Tulungagung, Mataraman.net – Jenazah korban KM Virgo yakni Sukardi (51) akhirnya tiba di rumah duka masuk Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung pada Sabtu (10/10/2026). Saat ini, masih ada satu orang korban KM Virgo asal Tulungagung yang masih belum teridentifikasi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, korban dipulangkan dari Surabaya menggunakan ambulans. Proses pemulangan korban difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Jenazah korban tiba di rumah duka sekitar pukul 12.43 WIB. Korban berhasil teridentifikasi melalui ciri fisik pada tubuhnya,” kata Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Sabtu (10/10/2026).
Selama proses identifikasi, keluarga korbab mengenali ciri fisik korban seperti kondisi mata dan tanda khusus di bagian tangan. Selain itu, tanda fisik korban yang paling jelas yakni keberadaan tato pada lengan serta pen pada tangan kiri.
Korban sebelumnya diketahui bekerja sebagai kernet truk ekspedisi yang saat itu berangkat dengan rekannya. Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kami berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga korban seperti bantuan sosial (Bansos) dan pemberdayaan ekonomi bagi istri korban,” ungkapnya.
Pemberian bansos dan pemberdayaan ekonomi itu dilakukan karena keluarga korban masuk desil 2. Pemberdayaan ekonomi itu akan diusulkan melalui program kewirausahaan agar keluarga korban memiliki sumber penghasilan.
Selain itu, warga Tulungagung yang menjadi korban tragedi tenggelamnya KM Virgo berhumlah enam orang. Diketahui tercatat sebanyak dua orang selamat dan telah dipulangkan, namun tiga orang korban dilaporkan meninggal dunia.
“Saat ini, masih ada satu orang warga Tulungagung yang menjadi korban KM Virgo dan belum berhasil diidentifikasi,” jelasnya.
Korban yang belum teridentifikasi itu yakni Danil Iswahyudi (40) warga Desa Majan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung yang merupakan rekan Sukardi. Korban Danil diketahui merupakan sopir truk yang ditumpangi Sukardi pada tragedi itu.
Pemkab Tulungagung berharap agar proses identifikasi terhadap korban Danil berhasil dilakukan secepatnya. Dengan begitu, pihaj keluarga korban yang berada di Tulungagung bisa segera memperoleh kepastian atas kondisinya.
“Kami juga terus berupaya memberikan perhatian kepada keluarga korban yang terdampak tragedi tersebut,” pungkasnya. (sal/red)



