Tulungagung, Mataraman.net – Lahan tanaman tembakau pada musim tanam tahun 2026 di Tulungagung mencapai seluas ratusan hektare. Sampai saat ini, sebanyak 50 persen tanaman tembakau sudah dipanen.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung, Suyanto mengatakan, komoditas tanaman tembakau sangat menjanjikan. Pasalnya, petani tembakau bisa meraup untung atas penjualan tembakau terutama saat terjadi kemarau panjang.
“Harga jual tembakau kering mencapai Rp120 ribu sampai Rp140 ribu perkilogram. Kalau tembakau basah dijual Rp700 ribu hingga Rp900 ribu per kwintal,” kata Suyanto, Kamis (8/10/2026).
Secara rinci, tercatat saat ini terdapat lahan tanaman tembakau di Tulungagung yang luasannya mencapai 988 hektare. Sedangkan tingkat produktivitas lahan tanaman tembakau bisa mencapai 18 ton daun basah per hektare. Jadi total hasil panen sebanyak 17.784 ton daun basah.
Meski saat ini sudah masuk triwulan ketiga tahun 2026, namun belum semua tanaman tembakau memasuki masa panen. Hanya saja, saat ini sebanyak 50 persen dari luas lahan tanaman tembakau di Tulungagung yang sudah mulai dipanen atau sebanyak 8.892 ton telah dipanen.
“Saat ini yang sudah dipanen baru sekitar 494 hektare lahan dengan hasil panen kurang lebih mencapai 8.892 ton tembakau daun basah,” ungkapnya.
Suyanto menyebut, lahan tanaman tembakau biasanya memasuki masa panen raya antara bulan September-Oktober. Nantinya total hasil produktivitas panen tembakau dapat diakumulasikan setelah masa panen raya selesai.
Diketahui, hasil panen tanaman tembakau di Tulungagung memang banyak yang diserap untuk kebutuhan pabrik rokok lokal. Namun, penyerapan tembakau asal Tulungagung paling banyak justru diserap oleh pasar rokok lintingan.
“Selain untuk pasar dan pabrik lokal, sebagian tembakau di Tulungagung juga dikirim ke Trenggalek, Pacitan, Wonogiri, Sumatera dan Kalimantan,” pungkasnya. (sal/red)



