Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Tulungagung-Kediri, Ini Penjelasan BMKG Dhoho

Kediri, Mataraman.netBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Kediri Raya. Masyarakat diminta mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, terutama dalam periode 18 hingga 20 Februari 2026.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Dhoho Kediri, Satria Kridha Nugraha, menjelaskan bahwa berdasarkan dinamika atmosfer saat ini, wilayah Kediri dan sekitarnya seperti Tulungagung, Trenggalek, Nganjuk, dan Blitar masih berada pada puncak musim hujan.

“Puncak musim hujan diprediksikan masih berlangsung pada Februari ini. Jadi, masyarakat harus tetap waspada,” ujar Satria saat dikonfirmasi, Jum’at (20/2/2026).

Baca Juga :  Kementerian PU Siap Bangun Ulang Kantor DPRD dan Pemkab Kediri, Anggarkan Hingga Rp100 Miliar

Satria memaparkan sesuai dari pengamatan radar kecepatan angin yang cukup tinggi belakangan ini dipicu oleh pergerakan angin monsun yang terpantau menguat. Kondisi ini diprediksi akan bertahan setidaknya hingga tiga hari ke depan.

Ia menambahkan, meski setelah periode tiga hari tersebut intensitas hujan kemungkinan akan menurun, potensi hujan tetap ada karena status wilayah yang masih berada di puncak musim penghujan.

“Tiga hari ini harus lebih waspada karena selain angin kencang, juga akan disertai hujan sedang hingga lebat di wilayah Kediri Raya,” imbuhnya.

Klarifikasi Kejadian di Tulungagung

Menanggapi peristiwa cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, baru-baru ini, Satria memberikan klarifikasi terkait dugaan fenomena puting beliung. Berdasarkan analisis radar sementara, pihaknya belum bisa mengonfirmasi bahwa fenomena tersebut adalah puting beliung.

Baca Juga :  Siswa SMPN 1 Tulungagung Didorong Jadi Penangkal Informasi Narkoba Lewat Jurnalistik

Satria menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara angin kencang biasa dan puting beliung. Secara teknis, puting beliung ditandai dengan adanya angin yang bergerak berputar (sirkular).

“Analisis sementara menunjukkan tidak ada angin yang berputar, namun memang ada potensi hujan lebat disertai angin kencang pada sore hari. Jadi, efeknya memang angin kencang, berbeda dengan puting beliung,” jelasnya.

Lebih lanjut, Satria menegaskan potensi cuaca buruk ini tidak hanya terkonsentrasi di satu titik. Sejumlah wilayah lain seperti Kediri bagian selatan dan Nganjuk juga dilaporkan mengalami kondisi serupa.

Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan mewaspadai dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti pohon tumbang atau banjir luapan akibat intensitas hujan yang tinggi. (bahr/red)

Baca Juga :  MWCNU Besuki Gelar Safari Ramadan: Dekatkan Pengurus hingga Paham Aswaja

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

PAC IPNU-IPPNU Ngunut Gelar “Pelajar Future Class”, Soroti Tantangan Pendidikan dan Sosial Generasi Muda

Tulungagung, Mataraman.net  — Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Ngunut menggelar seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Future Heroes: Pemuda dalam Tantangan Pendidikan...