Tulungagung, Mataraman.net – Belasan siswa SMPN 1 Besuki Tulungagung dikirim mengikuti latihan gabungan (Latgab) di UIN SATU Tulungagung pada Minggu (1/11/2026). Para siswa ini ditargetkan mampu meningkatkan pengetahuan ilmu kepalangmerahan selama mengikuti kegiatan ini.
Pembina PMR SMPN 1 Besuki, Arly Diah Rahmawati mengatakan, sebanyak 11 siswa yang dikirim untuk mengikuti kegiatan latihan gabungan. Mereka mengikuti latihan gabungan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan wawasan.
​”Harapannya mereka memiliki keterampilan, mendapat pengetahuan baru, serta bisa saling sharing ilmu dengan kakak-kakak PMR dari sekolah lain, khususnya dari UIN Satu,” kata Arly Diah Rahmawati.

SMPN 1 Besuki memiliki anggota PMR aktif mencapai sekitar 50 orang, dimana ekstrakurikuler ini menjadi salah satu wadah pembentukan generasi muda yang sigap dan siap tolong-menolong. Pembinaan rutin dilaksanakan satu minggu sekali untuk memastikan seluruh anggota memahami dasar-dasar kepalangmerahan.
Pada praktiknya, para siswa telah menguasai sejumlah keterampilan medis darurat dasar, seperti teknik pembalutan menggunakan bidai-splint serta pembuatan tandu darurat. Dia juga berhadap agar siswanya tidak hanya sekadar menambah kecakapan teknis, tetapi juga memperluas jejaring pertemanan dan ruang berbagi ilmu dengan anggota PMR dari sekolah lain.
​”Untuk kegiatan PMR di sekolah, materi diberikan langsung oleh fasilitator PMR, dilanjutkan dengan praktik, serta keaktifan siswa dalam bertugas saat upacara bendera setiap hari Senin,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit UIN SATU Tulungagung, Susanto mengatakan kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Wira dan Madya se-Kabupaten Tulungagung Tahun 2026. Total ada sebanyak 29 SMP/MTS untuk PMR Madya dan 24 SMA/SMK untuk PMR Wira yang mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan yang mengusung tema ‘Jalinan Aksi Suasana Rama Jawara’ ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ilmu kepalangmerahan sesuai kurikulum PMI. Selain itu juga mengimplementasikan Tribakti PMI, serta menjadi wadah komunikasi antar anggota, pembina, fasilitator, staf, dan pengurus PMI Kabupaten Tulungagung.
“Latgab Wira dan Madya se-Kabupaten Tulungagung Tahun 2026 di UIN SATU Tulungagung saat ini resmi dibuka,” kata Susanto.
Susanto juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan di tengah cuaca yang sangat cerah dengan kehadiran ratusan peserta. Dia menekankan, simbol Palang Merah Indonesia yakni setetes darah Anda, nyawa bagi orang lain merupakan inti dari nilai kemanusiaan yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota.
​”Apa yang kita lakukan, apa yang saudara lakukan ini, menjadi hal yang penting dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan,” tutupnya. (sal/red)



