Tahapan Pilkada Dimulai, KSP: Layanan Publik Tidak Boleh Terganggu

Jakarta, Mataraman.net – Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Dr. Rumadi Ahmad menyampaikan, bahwa kontestasi Pilkada yang sudah dimulai pasca penetapan nomor calon Kepala Daerah hingga November 2024, tidak boleh mengganggu layanan publik, khususnya layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

“Arahan Presiden sangat jelas, bahwa semua program prioritas termasuk layanan publik dan pemerintahan di pusat dan daerah harus tetap berjalan, dan diselesaikan secara tuntas menjelang transisi pemerintahan, termasuk implementasi MPP dan MPP digital di daerah,” ungkap Rumadi dalam verifikasi lapangan Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jember, Jawa Timur, Senin (23/9) lalu.

Baca Juga :  Jaring Atlet Futsal Muda, Pelajar NU Tulungagung Gelar Kompetisi Futsal

MPP adalah program one stop service layanan publik yang saat ini sudah hadir di lebih dari 209 daerah, dan diharapkan akan bertambah 139 daerah lagi yang menerapkan MPP digital.

Rumadi melanjutkan, pada verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Kedeputian V Kantor Staf Presiden ke MPP Jember, sudah terdapat lebih dari 207 layanan publik dari 20 instansi pemerintah yang bergabung dalam MPP. Antara lain, layanan pertahanan, administrasi kependudukan, BPJS Kesehatan, dan layanan perizinan lewat OSS. Hal ini tentu akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan publik yang nyaman, efektif, cepat, dan disertai dengan kepastian standar layanan.

Baca Juga :  GURU Solidkan Barisan Untuk Kemenangan Rakyat!

Ia turut menghimbau kepada para pemangku kepentingan agar dapat bekerja secara profesional di tengah kontestasi Pilkada 2024 ini. “Pesta demokrasi tidak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat. Pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas utama,” kata Rumadi.

Dari hasil verlap ini, sambung Rumadi, telah menunjukkan bahwa di tengah kontestasi Pilkada yang sudah menghangat, layanan publik tetap berjalan baik dan tidak terganggu.

“Komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan melaui MPP ini terbukti direspon baik oleh publik dan juga berdampak langsung pada investasi, sehingga harus terus dilanjutkan,” pungkasnya. (Red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Harga Jual Capai Rp140 per Kg, Separuh Lahan Tembakau di Tulungagung Sudah Dipanen

Tulungagung, Mataraman.net - Lahan tanaman tembakau pada musim tanam tahun 2026 di Tulungagung mencapai seluas ratusan hektare. Sampai saat ini, sebanyak 50 persen tanaman...