Tulungagung, Mataraman.net – Penerapan metode Tanam Benih Langsung (Tabela) dinilai mampu meningkatkan produksi padi. Bahkan, peningkatan produksi padi itu diklaim mulai dari 1 ton hingga 2 ton per hektare tanaman padi.
Koordinator Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung, Anang Ismendarto mengatakan, keunggulan utama dari metode Tabela terletak pada efisiensi biaya produksi dan lonjakan populasi tanaman.
“Dari sisi tenaga kerja, metode Tabela tidak membutuhkan proses persemaian karena benih langsung ditabur di lahan. Fokus utamanya penambahan populasi tanaman dan produksi dipastikan meningkat,” kata Anang Ismendarto, Minggu (4/10/2026).
Secara perbandingan, penggunaan benih pada metode Tabela memang lebih banyak dibanding metode konvensional. Metode konvensional hanya menggunakan benih padi sekitar 30 kilogram per hektare, sedangkan Tabela 70-80 kilogram per hektare.
Penggunaan benih yang lebih banyak itu membuat populasi melonjak drastis dari yang hanya 360 ribu rumpun per hektare pada metode konvensional. Meningkat menjadi 800 ribu hingga 1,2 juta rumpun per hektare pada metode Tabela.
“Produktivitas metode Tabela mencapai 9,6 ton hingga 10,4 ton per hektare atau mengalami kenaikan 1 hingga 2 ton per hektare dibanding metode konvensional,” ungkapnya.
Meski begitu, ada beberapa perlakuan khusus agar metode Tabela berhasil dijalankan pada lahan pertanian. Seperti benih harus direndam menggunakan fungisida untuk mencegah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Selain itu, metode Tabela bersifat spesifik lokasi, dimana metode ini sangat ideal diterapkan pada Musim Tanam (MT) 2 dan MT 3. Terutama pada lahan pertanian padi yang memiliki sistem pengairannya secara teratur.
​”Metode ini kurang disarankan untuk musim penghujan karena risiko benih tersapu air hujan saat awal penaburan. Pengaturan tata kelola air yang presisi menjadi kunci utama keberhasilan Tabela,” pungkasnya. (sal/red)



