Tulungagung, Mataraman.net – Seorang nelayan menemukan sesosok jasad mengapung di teluk Popoh Tulungagung pada Sabtu (3/10/2026) malam. Jasad tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Iskak untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Jenazah korban itu diduga berinisial DCI (23) warga Desa Mojowangi, Kecamatan Mojowarno, Jombang. Sebelumnya, warga sempat menemukan sebuah tas berisi identitas korban di Pantai Banyu Muluk yang masih berada di deretan teluk Popoh.
Koordinator Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Popoh, Aiptu Maryanto mengatakan, awalnya seorang nelayan yang sedang mencari ikan di perairan teluk Popoh sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, nelayan tersebut melihat benda menyerupai tubuh manusia.
“Awalnya nelayan melihat benda menyerupai tubuh manusia mengapung di permukaan air,” kata Aiptu Maryanto, Minggu (4/10/2026).
Nelayan tersebut sempat mendekat dan memastikan bahwa benda yang mengapung itu adalah jasad manusia. Nelayan itu kemudian melaporkan temuan itu dan petugas gabungan dari Polairud, TNI AL segera menuju lokasi.
Diketahui, jasad tersebut ditemukan sekitar 3 mil dari Pelabuhan Perikanan Popoh yang selanjutnya dilakukan evakuasi. Jasad korban baru dapat dievakuasi ke dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Popoh sekitar pukul 19.30 WIB.
“Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah mulai rusak diperkirakan sudah 3-4 hari di air,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan korban selanjutnya dievakuasi ke IKF RSUD dr. Iskak. Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi terhadap jasad tersebut.
Petugas masih belum bisa menyimpulkan apakah identitas yang ditemukan di Pantai Banyu Mulok itu merupakan identitas korban atau bukan. Rencananya, petugas akan melakukan otopsi untuk mengidentifikasi penyebab kematian.
“Penyebab kematian dan identitas korban masih dalam penyelidikan. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis,” kata Iptu Nanang Murdiyanto. (sal/red)



