Komisi D DPRD Tulungagung Sidak Perangkat Hidran, Simak Hasilnya

Tulungagung, Mataraman.net – Wakil rakyat di Tulungagung kembali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) , kali ini menyasar sejumlah fasilitas hidran. Hasilnya, sejumlah hidran masih berfungsi normal meski beberapa lokasi perlu dilakukan penambahan perangkat hidran.

Ketua Komisi D, DPRD Tulungagung, Ali Masrup mengatakan, perangkat hidran yang disidak itu berada di lingkungan Pemkab, Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Pasar Wage, Pasar Kauman hingga Pasar Ngemplak Tulungagung.

“Pengecekan dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung untuk memastikan sarana penunjang pemadaman kebakaran tersebut dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu,” kata Ali Masrup, Rabu (7/10/2026).

Pemeriksaan itu untuk melihat secara langsung kondisi serta kesiapan unit hidrant di dua lokasi tersebut. Hasil pemeriksaan perangkat hidran itu nantinya akan dipakai menjadi bahan evaluasi terkait perawatan hidran.

Baca Juga :  Diduga Sengaja Ditutupi, DPRD Tulungagung Soroti Kasus Dugaan Keracunan MBG

Komisi D sudah menyampaikan kepada Damkarmat Tulungagung agar lebih memperhatikan perawatan hidran pada lima titik itu. Mengingat, terdapat beberapa perangkat hidran yang tidak berfungsi meski sebagian besar berfungsi normal.

“Perawatan ini menjadi salah satu kunci agar hidran tetap bisa digunakan setiap saat ketika terjadi kebakaran. Jangan sampai ketika dibutuhkan justru tidak bisa berfungsi dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Damkarmat Tulungagung, Galih Nusantoro, menyebut masih ada sejumlah lokasi publik yang belum memiliki hidran. Saat ini, petugas masih melakukan pendataan sekaligus analisis kebutuhan hidran.

Nantinya, hasil analisis itu untuk menentukan kebutuhan penambahan hidran pada sejumlah titik. Meski nantinya penambahan perangkat hidran ini tetap mengkedepankan skala prioritas pada lokasi yang paling membutuhkan.

Baca Juga :  Fraksi NasDem Dorong Pertanian-Perikanan Dimaksimalkan untuk PAD Tulungagung

“Masih ada beberapa lokasi publik yang belum memiliki hidran. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan analisis untuk kebutuhan penambahan, seperti di Pasar Mono, Pasar Rejotangan dan sejumlah lokasi publik lainnya,” kata Galih Nusantoro.

Terkait perawatan hidrant yang sudah tersedia, Damkarmat Tulungagung tidak bekerja sendiri dalam melakukan perawatan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk bagian umum maupun pengelola pasar.

Keberadaan hidran yang terawat menjadi bagian penting dalam memberikan respon cepat apabila terjadi kebakaran. Damkarmat Tulungagung juga akan terus melakukan pemetaan kebutuhan hidran agar semakib merata.

“Kami juga mengajak stakeholder yang ada di lokasi untuk bersama-sama melakukan perawatan. Jadi bukan hanya Damkarmat, tetapi pengelola lokasi juga ikut menjaga agar hidran tetap dalam kondisi siap digunakan,” tutupnya. (sal/red)

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Griya Dalem Kanjengan Tulungagung, 40 Saksi Telah Diperiksa

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Nekat Plagiat Merek Skincare, Pasutri di Tulungagung Dituntut 3 Tahun Penjara dan Denda Rp100 Juta

Tulungagung, Matataman.net - Terdakwa pasangan suami istri berinisal ARS (42) dan TK (45) asal Kecamatan Ngunut, Tulungagung dituntut hukuman pidana penjara selama 3 tahun...