Tulungagung, Mataraman.net – Dinas Komunikasi dan Informatika merilis pembaruan harga pangan tingkat konsumen untuk periode 23–28 April 2026. Sebagian besar komoditas di Kabupaten Tulungagung tercatat dalam kondisi stabil, sementara sejumlah komoditas mengalami penurunan dan kenaikan harga.
Mengacu pada data resmi Dinas Ketahanan Pangan Pemkab Tulungagung, komoditas cabai menjadi sorotan karena menunjukkan tren penurunan. Harga cabai rawit tercatat turun menjadi Rp43.500 per kilogram, cabai merah keriting Rp31.500 per kilogram, dan cabai merah besar Rp35.667 per kilogram. Penurunan ini dinilai memberi sedikit kelonggaran bagi konsumen di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami kenaikan. Bawang putih tercatat naik menjadi Rp29.167 per kilogram, sementara daging ayam ras juga mengalami kenaikan menjadi Rp32.722 per kilogram. Kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng curah yang kini berada di angka Rp20.733 per liter. Sementara itu, minyak kemasan “Minyak Kita” terpantau stabil di harga Rp15.700 per liter.
Untuk komoditas lain, harga relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Bawang merah berada di harga Rp33.667 per kilogram dengan status stabil. Telur ayam ras juga stabil di angka Rp26.389 per kilogram. Daging sapi murni tetap tinggi namun tidak berubah, yakni Rp125.000 per kilogram.
Sektor bahan pokok seperti beras juga menunjukkan kestabilan. Beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram, beras medium Rp13.275 per kilogram, dan beras premium Rp15.283 per kilogram. Selain itu, tepung terigu curah berada di harga Rp9.111 per kilogram dan gula pasir lokal Rp17.056 per kilogram, keduanya dalam kondisi stabil.
Kepala Diskominfo Kabupaten Tulungagung Drs. Suparni, M.M menyampaikan, pemantauan harga ini dilakukan secara berkala guna menjaga transparansi informasi bagi masyarakat serta sebagai dasar pengambilan kebijakan pengendalian inflasi daerah. Stabilitas harga pada sebagian besar komoditas dinilai sebagai indikator bahwa distribusi dan pasokan relatif terkendali.
“Meski demikian, kenaikan pada beberapa bahan pokok seperti minyak goreng dan daging ayam tetap menjadi perhatian. Fluktuasi ini berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah,” jelasnya.
Masyarakat dapat mengakses informasi harga pangan secara lengkap dan terkini melalui laman resmi Sistem Informasi Masyarakat Ketahanan Pangan Tulungagung di https://simasketapang.tulungagung.go.id/harga/konsumen.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan, guna menjaga kestabilan pasokan di pasar. Selain itu, koordinasi dengan para distributor dan pelaku pasar akan terus diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan harga pada periode mendatang. (sna/ono)



