Direktur Berikan ‘Lima Sangu’ ke Ratusan Santri LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung

Tulungagung, Mataraman.net – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Azhaar Bandung Tulungagung sukses menggelar prosesi Hantaran Santri (Wisuda) ke-XXV pada Sabtu (13/6/2026). Dalam momentum sakral tersebut, pihak lembaga secara resmi mengembalikan sebanyak 229 santri kepada orang tua atau wali murid masing-masing.

Direktur LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung, Ustadz Rohmat Zaini, dalam sambutannya mengingatkan para wali santri agar mengarahkan pendidikan anak untuk target jangka pendek dan jangka panjang.

Menurutnya, pendidikan tidak boleh terjebak pada pandangan yang rabun dekat maupun rabun jauh.

“Jangka pendeknya hidup di dunia dan jangka panjangnya kehidupan setelah hidup di dunia. Artinya, anak-anak alumni Al-Azhaar semuanya dibekali supaya sukses hidup di dunia dan sukses di akhirat,” ujar Rohmat di hadapan ratusan wisudawan dan wali santri.

Sebagai modal menghadapi masa depan dan fase kehidupan yang masih panjang, Ustadz Rohmat memberikan lima buah bekal yang ia sebut dengan istilah “Lima Tas” kepada para alumni.

Bekal pertama yang paling utama adalah loyalitas. Rohmat menekankan bahwa setiap santri harus menaruh loyalitas tertinggi kepada Allah Swt. agar senantiasa mendapatkan pertolongan-Nya dalam segala urusan.

Baca Juga :  Sukses, SMAN 1 Kedungwaru Bekali Siswa Kemampuan Jurnalistik-Konten Hadapi Era Digital

Ia menyatakan sepadan dan sehebat apa pun manusia, kecerdasan tersebut tidak akan mendatangkan manfaat yang maksimal tanpa adanya rida dari Sang Pencipta.

Direktur Pelaksana LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung, Ustadz Rohmat Zaini. (And) - Direktur Berikan 'Lima Sangu' ke Ratusan Santri LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung
Direktur  LPI Al Azhaar Bandung Tulungagung, Ustadz Rohmat Zaini. (And)

Selanjutnya, bekal kedua adalah integritas, yang didefinisikan sebagai kesesuaian antara pikiran, ucapan, dan tindakan. Mengutip studi meta-analisis tahun 1993 terhadap lebih dari 6.000 responden, Rohmat menjelaskan bahwa kejujuran atau integritas merupakan prediktor kuat bagi kesuksesan seseorang.

Pemimpin cenderung memberikan kepercayaan dan amanah kepada individu yang memiliki nilai kejujuran tinggi.
Untuk mendukung amanah tersebut, bekal ketiga yang wajib dimiliki adalah kapasitas atau kemampuan.

Ustadz Rohmat menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas keilmuan harus dilakukan tanpa mengenal batas usia, selaras dengan prinsip belajar dari ayunan hingga liang lahad.

.Ia kemudian membagikan pengalamannya saat dikirim oleh lembaga untuk mengikuti lokakarya mesin kecerdasan otentik manusia (Stifin) di Bogor baru-baru ini.

Langkah tersebut diambil demi mendalami bakat dominan manusia sejak lahir, seperti tipe thinking, intuiting, sensing, dan teeling.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Kediri Bakal Dibangun, Pemkab Siapkan Lahan dan Kelengkapan Administrasi

Melalui ilmu tersebut, ia berharap dapat berkontribusi menjadi konsultan pendidikan pascapensiun kelak guna membantu guru dan orang tua memetakan potensi terbaik anak.

Sementara itu, bekal keempat adalah totalitas. Rohmat meminta para santri meneladani para guru di LPI Al Azhaar yang tetap total dalam mengemban amanah mengajar dan mendidik, bahkan di tengah masa liburan sekolah.

Menurutnya, dedikasi yang tinggi akan menghindarkan rasa kecewa pada wali santri sekaligus menjadi kunci utama bagi para lulusan untuk meraih cita-cita tinggi, termasuk menjadi akademisi hingga menteri.

Terakhir, bekal kelima yang diberikan adalah kreativitas. Rohmat memaparkan kreativitas menjadi pembeda yang membuat seseorang tidak mudah menyerah saat membentur tembok kesulitan.

Ia mencontohkan bagaimana inovasi teknologi komunikasi berbasis video jarak jauh yang dahulu dianggap mustahil, kini berhasil diwujudkan oleh orang-orang kreatif.

Di sela-sela pemaparan materi, suasana berangsur interaktif saat Direktur LPI Al Azhaar tersebut melemparkan kuis kepada para santri.

Baca Juga :  Polres Blitar Identifikasi 14 Terduga Pelaku Bullying di SMPN Doko,  Bakal Segera Gelar Perkara 

Dua orang wisudawan, Fadli dan Vania, secara berani maju ke panggung dan berhasil melafalkan kembali ‘Lima Tas’ tersebut dengan tepat, sehingga keduanya mendapatkan hadiah uang saku.

Secara khusus, beliau juga memberikan apresiasi kepada Fadli yang sempat membisikkan cita-citanya untuk menjadi seorang menteri secara mantap. Merespons hal tersebut, ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan kesuksesan seluruh alumni LPI Al Azhaar.

Ustadz Rohmat kemudian mengutip kitab Adabut Ta’lim Wal Muta’lim karya Hadratusyaikh KH Hasyim Asy’ari yang pernah dipelajarinya saat mengaji di Tebuireng dahulu.

“Sesungguhnya manusia itu terbang dengan cita-citanya, seperti burung yang terbang dengan kedua sayapnya. Bercita-citalah setinggi-tingginya,” tegasnya.

Acara hantaran santri ini ditutup dengan penyerahan kembali 229 santri secara simbolis disertai doa bersama.

Pihak lembaga berharap agar ilmu yang telah diperoleh para santri dapat menjadi berkah, menguatkan iman, memperluas wawasan, serta menjadi fondasi kokoh dalam menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis. (fik/and/red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Perempuan Paruh Baya di Tulungagung Jadi Korban Jambret

Tulungagung, Mataraman.net - Seorang perempuan paruh baya menjadi korban penjambretan di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat Tulungagung pada Sabtu (13/6/2026) dini hari. Kejadian itu membut...