Aratuno Matsuri Vol. 3 Klaim Jadi Event Jejepangan Terbesar di Tulungagung

Tulungagung, Mataraman.net –  Event budaya pop Jepang dan cosplay, Aratuno Matsuri Vol. 3, kembali digelar di Tulungagung oleh Arasi Project bersama Main Event Tulungagung. Acara ini diklaim menjadi event jejepangan terbesar di wilayah Plat AG dengan menghadirkan berbagai komunitas cosplay, idol, hingga pengisi acara dari luar daerah.

Ketua pelaksana Aratuno Matsuri Vol. 3, Yahya, mengatakan skala acara tahun ini lebih besar dibanding event serupa lainnya di Tulungagung. Hal itu terlihat dari keterlibatan juri dan performer yang didatangkan dari berbagai kota besar di Jawa Timur maupun luar daerah.

“Kalau perbedaannya, Aratuno Matsuri itu bisa dibilang event wibu paling besar di Plat AG. Skupnya paling besar, jurinya banyak dari luar seperti Jogja, Malang, dan Surabaya. Performernya juga banyak,” ujar Yahya saat ditemui di lokasi acara.

Baca Juga :  Mobil Tertemper Kereta Api, Satu Orang Tewas di Tulungagung

Menurutnya, antusiasme komunitas cosplay dan budaya pop Jepang cukup tinggi. Sedikitnya enam komunitas membuka booth dalam acara tersebut, sementara komunitas lain juga hadir sebagai pengunjung meski tidak membuka stand.

“Dari komunitas besar antusiasnya tinggi. Ada enam komunitas yang buka booth dan komunitas lain juga datang. Bahkan ada yang sengaja menemui saya tadi,” katanya.

Tidak hanya menarik kalangan pecinta anime dan cosplay, Aratuno Matsuri juga disebut berhasil mengundang masyarakat umum atau pengunjung yang baru mengenal budaya pop Jepang.

“Yang datang bukan cuma wibu. Ada yang cuma suka anime, lagu Jepang, atau makanan Jepang juga datang. Jadi pengunjungnya lebih beragam,” tambahnya.

Baca Juga :  Puskesmas Bandung Bakal Realisasikan Pemberian Makanan Tambahan ke 119 Balita

Panitia berharap keberadaan Aratuno Matsuri dapat mendorong perkembangan budaya kreatif dan pop culture di Tulungagung ke arah yang lebih positif. Yahya menilai masih ada stigma negatif terhadap komunitas pecinta budaya Jepang yang ingin mereka ubah melalui kegiatan kreatif dan edukatif.

“Kami ingin membuktikan bahwa wibu itu juga bisa positif. Semoga budaya pop culture, terutama jejepangan, semakin maju dan berkembang di Tulungagung,” jelasnya.

Terkait dukungan pemerintah daerah, Yahya mengaku pada penyelenggaraan sebelumnya sempat mendapatkan dukungan. Namun pada Aratuno Matsuri Vol. 3 tahun ini, pihak panitia belum memperoleh support serupa.

“Untuk Aratuno Matsuri 1 dan 2 ada support, tapi untuk yang ketiga ini kebetulan belum ada. Mungkin karena ada sedikit problem politik tahun ini,” pungkasnya. (sna/red)

Baca Juga :  Perekaman E-KTP Naik 50 Persen Jelang Coblosan, Dispendukcapil Layani di GOR Tulungagung

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Tradisi Manten Tebu Jadi Simbol Syukur Jelang Musim Giling 2026 di PG Modjopanggung

Tulungagung, Mataraman.net — Tradisi Manten Tebu kembali digelar menjelang musim giling 2026 sebagai bagian dari ritual budaya yang masih dilestarikan sejumlah pabrik gula di...