Tulungagung, Mataraman.net – Uji laboratorium sampel menu Makan Begizi Gratis (MBG) yang menyebabkan diare massal pada siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung akhirnya selesai. Hasilnya, menu MBG tersebut dinyatakan positif terkontaminasi bakteri.
Ketua Satgas MBG Tulungagung, Maya Dewajanti mengatakan sampel MBG dari SPPG Tanjungsari telah dilakukan uji laboratorium. Proses uji tersebut dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
“Hasil uji laboratorium kemarin menunjukkan jika menu MBG itu terkontaminasi bakteri,” kata Maya Dewajanti, Selasa (13/10/2026).
Secara rinci, kontaminasi bakteri itu bisa terjadi salah satu dari empat tahapan selama proses produksi menu MBG. Diantaranya pada proses pengambilan bahan, persiapan bahan, pengolahan hingga distribusi kepada penerima MBG.
Pada salah satu tahapan ini, besar kemungkinan terjadi pencemaran atau ada standar operasional prosedur (SOP) yang dilanggar. Konsekuensinya membuat menu MBG yang didistribusikan untuk siswa SMKN 1 Boyolangu tercemar bakteri.
“Kami melihat dari empat tahapan ini, sumber kontaminasi bakteri bisa berasal dari salah satu tahapan,” ungkapnya.
Setelah hasil uji laboratorium itu didapat, Satgas MBG Tulungagung telah memberikan rekomendasi kepada SPPG Tanjungsari 1. Diantaranya meminta pihak SPPG untuk melakukan perbaikan fisik maupun nonfisik.
Termasuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait penerapan SOP pada SPPG Tanjungsari 1. Mengingat, SPPG itu telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski telah dicabut pasca insiden dugaan keracunan MBG.
“SLHSnya telah dicabut sesuai prosedur. Jadi meeeka harus mengurus kembali SLHS dari awal jika ingin kembali beroperasi,” pungkasnya. (sal/red)



