Tulungagung, Mataraman.net – Selama 12 hari terakhir, sejumlah desa di Tulungagung rutin meminta dropping air bersih. Air tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari karena air sumur warga mengering akibat musim kemarau.
Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Tulungagung, Teguh Abianto mengatakan, sebanyak lima desa dari lima kecamatan yang sudah neminta dropping air bersih. Permintaan terbanyak di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Tulungagung sebanyak enam tangki air bersih.
“Permintaan ada di Desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban, Desa Rejosari Kecamatan Kalidawir, Desa Sebalor Kecamatan Bandung, Desa Pakisrejo Kecamatan Tanggunggunung dan Desa Keboireng Kecamatan Besuki,” kata Teguh Abianto, Selasa (25/8/2026).
Permintaan dropping air bersih yang dilakukan setiap desa itu jumlahnya bervariasi tergantung kebutuhan. Seperti di Desa Kalidawe yang sudah meminta dropping air bersih sebanyak tiga truk tangki.
Kemudian di Desa Rejosari satu truk tangki, Desa Pakisrejo sebanyak empat truk tangki, Desa Keboireng sebanyak empat truk tangki. Serta terbanyak di Desa Sebalor dengan total sebanyak enam truk tangki.
“Satu truk tangki itu kapasitasnya 5.000 liter. Rata-rata dalam satu hari permintaan dropping air bersih yang kami layani sebanyak dua truk tangki,” ungkapnya.
Secara rinci, saat ini BPBD Tulungagung sudah memberikan dropping air bersih sebanyak 16 truk tangki untuk lima desa itu. Artinya, sebanyak 80 ribu liter air bersih sudah diberikan kepada warga yang terdampak kekeringan.
Air bersih itu dipakai oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari terutama seperti memasak maupun konsumsi lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan mencuci pakaian maupun mandi, warga masih mengandalkan air sumur.
“Jadi debit air pada sumur warga mulai menyusut, sehingga untuk keperluan memasak butuh bantuan dropping air,” pungkasnya. (sal/red)



