Tiga Jersey Persik Kediri Padukan Modern-Tradisional Sarat Filosofi

Kediri, Mataraman.net, Putaran Liga 1 2024/2025 resmi bergulir, Persik Kediri merilis jersey atau kostum kebanggaan yang digunakan selama satu musim kedepan. Ketiga kostum tersebut memadukan antara tradisional dan modern yang sarat filosofi.

Launching kostum tersebut dimasukkan dalam acara Persik Bershalawat. Yakni Doa dan Shalawat Bersama Persik Kediri dengan penceramah Habib Muhammad bin Husin Bin Anis Alhabsy asal Solo Jawa Tengah.

Bertempat di Area Depan Kantor Dishub Kabupaten Kediri, Jum’at malam, 9 Agustus 2024. Juga mengundang Habib Ali Zainal Abidin bin Husein Ba’abud Kediri dengan diiringi shalawat dan hadrah Rosho Sabilul Khoiri.

Untuk jersey home atau kandang mengambil tema ‘Tiger’ Pattern and Spirit of Asia 2007. Dengan filosofi semangat kejayaan di musim yang pernah dijalani. Sekaligus erta kiprah yang baik di kancah Asia menjadi pacuan untuk tim agar kembali lagi meraih prestasi.

Baca Juga :  Ini Jersey Persik Motif Wastra, Khas Tenun Ikat Bandar Kota Kediri

“Motif Macan Putih yang memiliki sifat kebijaksanaan dan ketenangan menjadi yang paling dominan di seragam kandang Persik Kediri musim ini,” tulis official akun Instagram Persik Kediri @persikfcofficial.

Lalu untuk kostum tandang bertemakan ‘Besek’ (sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu) Pattern and Modern Style.
Menjadi salah satu hal tradisional yang ada dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, Besek merupakan tempat penyimpanan tradisional yang terbuat dari bambu.

“Melalui perpaduan tradisional serta style modern, memberikan gaya yang berbeda. Untuk menciptakan penampilan yang unik serta kepercayaan diri untuk para punggawa,” tambah keterangan Persik Kediri.

Jersey ketiga mengambil tema ‘Dahanapura Pattern and Spirit Never Surrender’. Dimana Kota Kediri yang tertulis dalam prasasti Pamwatan, Airlangga – 1042 sebagai ‘Dahanapura – Kota Api’ tersaji di dalam pattern Jersey Ketiga Persik Kediri musim ini.

Baca Juga :  Posyandu Alfamart-Lukajel di Harinjing Diserbu Ibu dan Balita

“Filosofi kobaran api yang memiliki kekuatan yang kuat dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan yang datang dalam perjalanan,” tutup keterangannya. (mad)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Jalani Wajib Lapor Sampai Bebas Murni, Mantan Bupati Tulungagung Kini Hirup Udara Segar

Tulungagung, Mataraman.net - Mantan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo akhirnya resmi bebas setelah menjalani hukuman di Lapas Kelas IIB Tulungagung pada Selasa (27/10/2026). Setelah bebas...