Tulungagung, Mataraman.net – Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan lahan tanaman berjenis hortikultura di Tulungagung terendam banjir. Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung mencatat, lahan tanaman jagung yang paling banyak terdampak.
Plt Kepala Disperta Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan mengatakan telah menerima laporan terkait kondisi lahan tanaman bawang merah di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung. Petugas sudah melakukan tindak lanjut atas laporan itu dengan melakukan pendataan lahan terdampak.
“Kami sudah mendapat laporan dan petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan terhadap total lahan terdampak,” kata Makrus Manan, Sabtu (7/11/2026).
Berdasarkan data sementara, luas lahan tanaman bawang merah yang terdampak kurang lebih mencapai 2 hektare. Saat ini, petugas masih terus melakukan pendataan termasuk memantau lahan tanaman bawang merah di wilayah lain.
Lahan tanaman bawang merah yang terendam banjir tentunya membuat petani merugi karena harus segera dipanen. Namun, hal ini berpotensi menyebabkan para petani mengalami penurunan jumlah hasil panen bawang merah.
“Mau tidak mau harus dipanen. Kalau tanamannya masih muda atau belum layak panen, petani semakin merugi,” ungkapnya.
Selain bawang merah, Disperta juga mendapat laporan terkait lahan tanaman lain yang terendam banjir. Seperti lahan jagung seluas 1.788 hektare di Kecamatan Rejotangan dan lahan melon seluas 1,35 hektare di Kecamatan Kalidawir.
Meski begitu, makrus memastikan jika kondisi tanaman jagung dan melon tersebur secara umum masih relatif aman. Bahkan sebagian besar tanaman jagung dan melon itu masih dapat diselamatkan oleh para petani untuk dipanen.
“Alhamdulillah kondisinya tidak parah, masih bisa panen kaeena sebagian tanaman sudah siap panen,” pungkasnya. (sal/red)



