Tulungagung, Mataraman.net – Pandangan tak seperti biasa di Gudang Bulog Ngujang Tulungagung, puluhan siswa-siswi SMKN 1 Tulungagung berbondong-bondong ke gudang penyimpanan. Kehadiran mereka tidak lain dalam rangka Eduwisata ‘Bulog Dorong Literasi Pangan Melalui Kunjungan Edukatif Siswa’ termasuk tentang swasembada pangan.
Pemimpin Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan menjelaskan hari ini ada kunjungan eduwisata dari siswa-siswi SMKN 1 Tulungagung. Para siswa ini ingin melihat, bagaimana kondisi stok yang ada di gudang-gudang Perum Bulog khususnya yang di Tulungagung.
“Sebanyak apa stoknya sebeberapa melimpahnya stok cadangan beras pemerintah ini yang ada di gudang Bulog. Sehingga mereka itu bisa tahu bahwa memang swasembada beras, swasembada pangan itu nyata,” ujar Yonas Haryadi Kurniawan (24/4/2026).

Ia menerangkan tidak sedikit masyarakat umum hingga para siswa selama ini mungkin hanya melihat panenan petani di sawah. Lalu, ada yang membeli, ada yang menyerap, hingga ke mana beras tersebut dijual selain ke pasar.
“Nah, sekarang mereka bisa melihat sendiri bahwa yang dipanen pada saat petani itu, sawahnya dipanen. Diolah, berasnya itu lari ke mana selain ke pasar, itu larinya kita tumpuk sebagai stok rumah kita,” bebernya.
Yonas sendiri mengaku untuk saat ini di wilayah kerjanya Tulungagung, Trenggalek, Kota Blitar dan Kabupaten Blitar secara kebutuhan stok terpenuhi. Pasalnya untuk ketahanan pangan melebihi stok dari tahun sebelumnya.
“Jadi di 2025 itu kita stok 29 ribu ton dan 2026 di tanggal yang sama per tadi malam kita 60 ribu ton untuk 4 kabupaten,” ulasnya.
Sementara, salah satu siswali Kelas XI Agribisnis Tanaman Pangan Dan Holtikulturax SMKN 1 Tulungagung, Shilffa Anindya Helga mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Gudang Bulog Ngujang Tulungagung. Disini benar-benar melihat langsung kondisi stok beras.
“Setelah kunjungan ini jadi lebih tahu sih keadaan dalamnya Bulog seperti ini,” ulas Shilffa Anindya Helga.
Shilffa menambahkan selain mengetahui mekanisme penyerapan Bulog, juga mengetahui kualitas beras yang akan disalurkan ke masyarakat.
“Yang dipelajari tentang bagaimana caranya untuk memasukkan beras ke Bulog. Penyaluran kemana, dijual jadi lebih tahu Terus susunannya, terus kualitas-kualitasnya beras,” paparnya. (bahr/red)


