Sendirian di Jalan Raya Sambil Bawa Ponsel, Ojol Serahkan Balita Perempuan ke Polsek Boyolangu

Tulungagung, Mataraman.net – Seorang ojek online (Ojol) di Tulungagung menyerahkan seorang balita perempuan kepada petugas Polsek Boyolangu. Pasalnya, balita tersebut berkeliaran di jalanan sambil memegang ponsel, sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih mengatakan awalnya pengendara yang merupakan ojol ini melintasi jalan raya Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Tulungagung dari arah selatan ke utara. Setibanya di utara pabrik rokok Paku Alam, ojol itu melihat adanya balita perempuan yang beejalan di pinggir jalan.

“Pengendara yang merupakan seorang ojol sempat melihat adanya balita yang berjalan di pinggir jalan,” kata AKP Retno Pujiarsih, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga :  Kapolda Jatim Minta PSHT Berbenah Buntut Insiden Pengeroyokan di Jember

Saat diamati, balita perempuan itu hanya seorang diri tanpa pendampingan orang tuanya dan bahkan sedang membawa ponsel. Ojol itu kemudian khawatir terhadap kondisi balita tersebut karena rawan menjadi sasaran kejahatan.

Ojol tersebut kemudian mengajak balita tersebut ke tempat yang aman hingga kemudian diserahkan ke Polsek Boyolangu. Setibanya balita itu di polsek, petugas kemudian memeriksa ponsel yang dibawa balita tersebut.

“Balita perempuan ini berkeliaran sendirian membawa ponsel, sehingga ojol yang melihatnya takut terkadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga dibawa ke Polsek Boyolangu,” ungkapnya.

Saat memeriksa ponsel yang dibawa balita itu, petugas Polsek Boyolangu berhasil mendapatkan nomor ponsel orang tua balita tersebut. Petugas kemudian menghubungi orang tuanya untuk memastikan jika balita itu anaknya.

Baca Juga :  Pelantikan DPR/MPR: Momentum untuk Revitalisasi Kebijakan Ekonomi yang Pro-Rakyat

Mengetahui anaknya di polsek, orang tua balita itu segera datang ke kantor Polsek Boyolangu untuk menjemput anaknya. Sesuai keterangan yang didapat, awalnya balita itu di dalam rumah berada di samping ayahnya yang sedang solat duha.

“Tetapi selesai salat, balita itu sudah tidak berada di dalam rumah. Kemungkinan keluar rumah saat pagar tidak dikunci. Rumah balita itu sekat dengan lokasi penemuan,” pungkasnya. (sal/red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Penyebaran Tak Merata, HKTI Tulungagung Usulkan Tambahan Pupuk Subsidi

Tulungagung, Mataraman.net - Petani tebu di Tulungagung mengeluhkan penerimaan pupuk subsidi yang tidak merata. Kondisi itu menyebabkan petani tebu di Tulungagung harus menanggung biaya...