Tulungagung, Mataraman.net – Seorang penjaga toko kelontong berinisial TS (21) warga Kabupaten Sumenep, Madura menjadi korban pembacokan pada Selasa (15/9/2026) malam. Akibat kejadian ini, korban harus dibawa ke RSUD dr. Iskak akibat mengalami luka bacok.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto mengatakan, kasus pembacokan itu terjadi di Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung. Awalnya pelaku berinisial MFA (35) warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu datang ke toko korban sekitar pukul 22.50 WIB.
“Saat itu pelaku datang ke toko korban untuk melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM),” kata Iptu Nanang Murdiyanto, Rabu (16/9/2026).
Saat itu, pelaku sedang dilayani oleh adik korban dengan mengisi BBM pada sepeda motornya. Setelah selesai dilayani, pelaku justru tidak mau membayar hingga terjadilah pertengkaran antara pelaku dengan adik korban.
Mengetahui hal itu, korban yang berada di dalam toko segera keluar untuk melerai pertengkaran keduanya. Namun bukannya redam, pelaku justru berbalik arah melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan golok.
“Akibatnya, korban mengalami luka bacok dan harus dilarikan ke RSUD dr. Iskak untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Warga yang mengetahui kejadian itu segera melapor kepada petugas kepolisian agar pelaku bisa diamankan. Setelah menerima laporan, petugas Unit Resmob Macan Agung berhasil mengamankan pelaku pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendalaman atas peristiwa pembacokan yang menimpa korban. Sedangkan pelaku masih dalam pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Tulungagung.
“Terduga pelaku berhasil diamankan di rumahnya. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa golok yang digunakan membacok korban,” pungkasnya. (sal/red)



