Punya Angsuran Pinjol Rp15 Juta Perminggu, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal

Tulungagung, Mataraman.net – Seorang pemuda berinisial FYP (30) warga Desa Jatidowo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (15/9/2026). Korban diduga nekat gantung diri karena terlilit hutang dengan angsuran sebesar Rp15 juta per minggu.

Kapolsek Rejotangan, AKP Kasianto mengatakan, awalnya korban berkomunikasi dengan kekasihnya melalui panggilan video sekitar pukul 08.43 WIB – 09.50 WIB. Saat itu, korban memberitahu kekasihnya jika dia baru saja membayar hutang kepada temannya.

“Setelah itu kekasih korban sempat menanyakan apakah korban sudah membayarkan hutang pinjaman onlinenya,” kata AKP Kasianto, Rabu (16/9/2026).

Mendengar pertanyaan itu, korban kemudian meminta izin kepada kekasihnya untuk mengakhiri hidup di rumahnya. Kekasih korban yang panik segera menghubungi teman korban untuk mendatangi rumah korban.

Baca Juga :  KPK Geledah Ruangan hingga Periksa Kepala OPD di Kantor Pemkab Tulungagung

Diketahui, teman korban baru tiba di rumah korban sekitar pukul 11.00 WIB dan rumah korban dalam keadaan terkunci. Teman korban lantas memaksa masuk dengan cara mendobrak pintu dan mendapati korban sudah gantung diri.

“Korban terjerat kain kafan yang tergantung pada ventilasi ruang tengah rumah korban,” ungkapnya.

Mendapati korban gantung diri, dia kemudian segera memberitahu paman korban yang tinggal di samping rumah korban. Mereka kemudian melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa setempat dan laporan diteruskan ke Polsek Rejotangan dan Tim Inafis.

Setelah menerima laporan, petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan. Sesuai keterangan para saksi, korban memiliki tanggungan hutang pinjaman online dengan angsuran mencapai Rp15 juta setiap minggunya.

Baca Juga :  Genjot Swasembada Pangan, Puluhan Petani Kediri Dapat Puluhan Alsintan-Benih Padi 70 Ton 

“Korban sehari-hari memelihara kambing dan setiap pukul 13.00 WIB lanjut bekerja di SPPG tenggur sebagai tenaga cuci ompreng,” jelasnya.

Sesuai hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya unsur-unsur kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban. Saat tiba di puskesmas untuk visum luar, kondisi korban masih lemas dan diduga korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Petugas hanya mendapati bekas jeratan pada leher korban, sehingga disimpulkan jika korban meninggal murni karena gantung diri. Saat ini, korban sudah dimakamkan di pemakaman umum setempat.

“Korban setiap harinya tinggal sendiri karena orang tuanya sudah bercerai, dimana ayahnya menjadi TKI di Brunei dan ibunya ikut pelatihan untuk jadi TKI di Malaysia,” pungkasnya. (sal/red)

Baca Juga :  Salon Sapi di Tulungagung Digemari Pedagang, Dongkrak Harga Jual Hingga Jutaan Rupiah 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Lahan Seluas 5 Hektare di Gunung Budeg Tulungagung Terbakar

Tulungagung, Mataraman.net - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Budeg masuk Desa Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung kembali terjadi pada Selasa (15/9/2026). Bahkan kali ini...