Tulungagung, Mataraman.net – Petugas gabungan terus melakukan pemantauan terhadap kemunculan buaya muara di pesisir laut selatan Tulungagung. Bahkan petugas gabungan mulai menyusun rencana untuk menangkap buaya tersebut dan mulai memasang jaring di beberapa lokasi.
Camat Besuki, Andik Andewiyanto mengatakan, Tim gabungan dari Polri, TNI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPBD, Damkar dan Forkopimcam Besuki telah menggelar rapat koordinasi. Itu dilakukan untuk menyusun rencana penangkapan dan evakuasi buaya.
“Tim gabungan telah berkoordinasi untuk menyusun rencana penangkapan dan evakuasi buaya yang berkeliaran di pesisir selatan,” kata Andik Andewiyanto, Sabtu (15/8/2026).
Terdapat beberapa langkah antisipasi yang akan dilakukan petugas, mulai dari melakukan patroli dan penyisiran di sepanjang pesisir pantai. Selain itu, petugas juga ajan memasang jaring perangkap untuk menangkap buaya itu.
Secara rinci, jaring perangkap itu akan dipasang pada tiga lokasi yang dijaga petugas. Nantinya apabila buaya itu muncul kembali, petugas akan berupaya menangkap buaya tersebut saat di daratan.
“Jaring akan dipasang di tiga lokasi. Tim juga akan bersiaga apabila buaya muncul kembali,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang menyebut, petugas gabungan akan disiagakan selama 24 jam di Pantai Sidem. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat.
Petugas gabungan juga meminta agar masyarakat tidak mendekati kawasan yang menjadi tempat kemunculan buaya. Masyarakat juga diminta melapor kepada petugas apabila mendapati kemunculan buaya tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap kemunculan buaya di pantai selatan. Bagi masyarakat yang mengetahui kemunculan buaya agar segera melapor ke petugas gabungan,” kata Iptu Nanang Murdiyanto. (sal/red)



