LSM 212 Tulungagung Tegaskan Komitmen Independen, Fokus Advokasi Infrastruktur dan Layanan Gratis

Tulungagung, Mataraman.net – Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana atau yang akrab disapa Mas Dana, menegaskan komitmen organisasinya untuk tetap independen dan fokus pada pendampingan masyarakat, terutama dalam isu infrastruktur dan pelayanan publik.

Dalam wawancara langsung, Mas Dana menjelaskan, LSM 212 lahir dari keresahan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, yang merasa aspirasi mereka kerap tidak mendapat respons dari pemerintah. Dari situ, gerakan ini berkembang menjadi wadah advokasi masyarakat di tingkat Kabupaten Tulungagung.

“Awalnya banyak pengaduan masyarakat yang tidak ditanggapi. Dari Wonorejo, kemudian berkembang menjadi gerakan 212 di Tulungagung dengan fokus pendampingan pengaduan warga,” ujar Mas Dana.

Nama “212” sendiri diambil dari ungkapan Jawa “Loro Siji Loro Kabeh”, yang mencerminkan solidaritas—bahwa penderitaan satu orang adalah penderitaan bersama. Semangat tersebut menjadi dasar gerakan yang mengedepankan aksi kolektif dalam memperjuangkan hak masyarakat.

Baca Juga :  Cara RSUD Campurdarat Memupuk Kreativitas lewat Lomba Internal E-Sport

Sejak berdiri, LSM ini telah melakukan sejumlah aksi, termasuk aksi damai pada 15 September 2025 di depan Kantor DPRD dan Bupati Tulungagung. Aksi tersebut menuntut perbaikan jalan lingkar Waduk Wonorejo yang dilaporkan telah rusak selama lebih dari dua dekade.

Selain itu, LSM 212 juga aktif mengadvokasi perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah seperti Jalur Lintas Selatan (JLS) Tanggunggunung, Desa Kedoyo Kecamatan Sendang, hingga wilayah Rejotangan. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan pendampingan dalam persoalan sosial lain seperti kelistrikan, masalah perbankan, hingga membantu korban kecelakaan lalu lintas.

Mas Dana menegaskan bahwa seluruh layanan yang diberikan bersifat gratis. “Ini murni panggilan hati, kami tidak memungut biaya sepeser pun dari masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Suasana Khidmat Mewarnai Doa Bersama di Lapas Tulungagung

Organisasi ini disebut telah memiliki sekitar 1.170 anggota yang tersebar di Tulungagung dengan koordinator di tiap desa, serta mulai merambah ke wilayah Kediri, Blitar, dan Jombang. Ia menambahkan, jaringan LSM 212 kini tidak hanya berada di tingkat DPC Tulungagung, tetapi juga berkembang di wilayah Blitar Raya dan Kediri Raya.

Mas Dana berharap perluasan tersebut diiringi dengan peningkatan frekuensi gerakan dan sinergi dengan berbagai pihak. “Harapannya, kami tidak hanya mengkritisi pemerintah, tetapi juga mendorong kinerja yang baik di setiap daerah,” ungkapnya.

Dalam pernyataannya, Mas Dana juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mendapat tawaran untuk bergabung dengan partai politik maupun bekerja sama dengan sejumlah instansi. Namun, ia menegaskan tetap menjaga independensi organisasi.

“Kami tetap tegak lurus, tidak terkontaminasi kepentingan pribadi maupun politik,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Ini Titik-titik Jadi Atensi Polres Tulungagung Urai Kemacetan

Terbaru, LSM 212 juga menggelar aksi damai di Kediri terkait dugaan kecurangan dalam proses seleksi perangkat desa. Aksi tersebut merupakan bagian dari komitmen mereka dalam mengawal transparansi dan keadilan di tingkat lokal.

Mas Dana berharap pemerintah tidak memandang LSM sebagai ancaman, melainkan sebagai mitra strategis dalam menyerap aspirasi masyarakat. Ia juga membuka ruang aduan bagi masyarakat yang mengalami kendala dan tidak mendapat respons dari pihak berwenang.

“LSM ini hadir untuk masyarakat. Ketika ada masalah yang tidak terselesaikan, kami siap mendampingi,” katanya.

Dengan slogan “Tetap bersinarlah meskipun kamu mengganggu mereka yang nyaman dalam kegelapan”, LSM 212 menegaskan posisinya sebagai gerakan sosial yang mengklaim berdiri di luar kepentingan politik dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(sna/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Tokoh Penyebar Islam Mbah Maulana Ishak di Tulungagung Masih Diselimuti Misteri

Tulungagung, Mataraman.net -  Sosok Mbah Maulana Ishak atau yang kerap disebut Mbah Maul masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Tulungagung, khususnya di wilayah Dusun...