Lampu Kamera dan Semangat Anak Muda di Workshop Film CIKAL Tulungagung

 

Tulungagung, Mataraman.net — Suasana Lottu’s Garden Tulungagung tampak berbeda pada 16–17 Mei 2026. Sudut-sudut ruangan dipenuhi obrolan tentang kamera, naskah film, hingga ide cerita lokal yang ingin diangkat ke layar. Lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan hadir mengikuti Workshop Kreatif Produksi Film yang digelar komunitas CIKAL (Cipta Karya Layar).

Pelajar, mahasiswa, pegiat seni, hingga komunitas kreatif tampak berbaur dalam suasana hangat dan penuh antusias. Mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi, tetapi juga aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencoba memahami proses produksi film dari balik layar.

Selama dua hari kegiatan, peserta diajak mengenal berbagai tahapan pembuatan film, mulai dari penulisan naskah, penyutradaraan, teknik pengambilan gambar, editing, hingga bagaimana membangun jejaring kreatif di tengah perkembangan industri film independen daerah.

Baca Juga :  Real Count Internal Gabah 51%, Gatut Sunu: Kami Rangkul Bersama untuk Membangun Tulungagung

Di sela kegiatan, beberapa peserta terlihat sibuk mencatat materi, sementara lainnya memanfaatkan waktu istirahat untuk bertukar ide dan memperluas relasi. Atmosfer kolaboratif terasa begitu kuat, seolah workshop tersebut bukan sekadar ruang belajar, tetapi juga tempat bertemunya mimpi-mimpi kreatif anak muda Tulungagung.

Ketua pelaksana, Bambang Wijanarko, mengaku bersyukur melihat tingginya minat generasi muda terhadap dunia perfilman.

Menurutnya, antusiasme peserta menjadi tanda bahwa ruang kreatif masih sangat dibutuhkan sebagai wadah berkembangnya ide, karya, dan kolaborasi lintas komunitas. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus hadir dan melahirkan sineas muda daerah yang mampu membawa cerita lokal ke medium audio visual yang lebih luas.

Baca Juga :  Sri Rahayu Mundur, Karpet Merah Romy Soekarno DPR RI: Emm Gak Usah Itu!

Tidak hanya menjadi ruang edukasi, workshop ini juga menghadirkan suasana kebersamaan antar pegiat kreatif. Banyak peserta memanfaatkan momen tersebut untuk membangun kerja sama baru dan mempererat solidaritas komunitas seni di Tulungagung.

Melalui kegiatan ini, CIKAL (Cipta Karya Layar) ingin menunjukkan bahwa perkembangan perfilman daerah dapat tumbuh dari ruang-ruang kecil yang dipenuhi semangat belajar, keberanian berkarya, dan kemauan untuk terus berkolaborasi. (sna/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

DPC GMNI Tulungagung Nobar Film “Pesta Babi”, Jadi Ruang Kritik Pembangunan dan Demokrasi

Tulungagung, Mataraman.net — Pemutaran film dokumenter investigatif Pesta Babi yang digelar DPC GMNI Tulungagung pada Sabtu malam (16/5/2026) berlangsung penuh antusiasme masyarakat dan mahasiswa....