Tulungagung, Mataraman.net — Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Tulungagung menggelar Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar di Masjid Agung Al-Munawwar Tulungagung, Kamis (14/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU Tulungagung Tahun 2026 sekaligus ajang konsolidasi kader perempuan Nahdlatul Ulama dari tingkat cabang hingga ranting.
Majelis taklim dihadiri hampir 1.000 peserta yang terdiri dari jajaran PC Fatayat NU, 19 Pimpinan Anak Cabang (PAC), serta 271 ranting Fatayat NU se-Kabupaten Tulungagung. Tingginya antusiasme peserta membuat panitia membatasi kegiatan hanya untuk unsur internal organisasi karena kapasitas Masjid Agung Al-Munawwar yang terbatas.

Ketua panitia menyampaikan, Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar merupakan bagian dari agenda dakwah dan penguatan kaderisasi Fatayat NU sebagaimana hasil Kongres Fatayat NU ke-XVI di Palembang pada 2022.
“Majelis taklim ini menjadi wadah penguatan ilmu, dakwah, dan konsolidasi organisasi Fatayat NU dari tingkat ranting hingga pusat. Harapannya kader Fatayat memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, sosial, dan pengetahuan lainnya sebagai bekal pengabdian di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan majelis taklim, PC Fatayat NU Tulungagung telah menggelar sejumlah kegiatan dalam rangkaian Harlah 2026, di antaranya launching program umrah bersama Fatayat pada 14 April 2026, khotmil Qur’an serentak se-Kabupaten Tulungagung pada 24 April 2026, ziarah muassis NU dan Ketua Umum Fatayat NU pada 1 Mei 2026, serta senam sehat Fatayat dan festival permainan tradisional pada 3 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (PLt) Bupati Tulungagung yang menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Fatayat NU dalam pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, ia juga memohon doa dan dukungan agar mampu menjalankan amanah pemerintahan secara istiqamah bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Kami siap bersinergi dengan Fatayat NU dan mohon doa agar dapat istiqamah menjalankan amanah sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ning Syahrini menyampaikan pesan tentang pentingnya pengabdian perempuan NU dalam organisasi dan kehidupan sosial masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap pengabdian di Fatayat NU merupakan bagian dari jejak kebaikan yang akan dikenang.
“Berfatayat itu kita sedang mengukir sejarah baik, karena manusia yang akan dikenang adalah kebaikannya,” tutur Ning Syahrini di hadapan jamaah.
Ia juga menekankan pentingnya totalitas dalam berkhidmat melalui pesan berbahasa Jawa, “Sak isone ojo sak penae,” yang berarti setiap kader harus berjuang secara maksimal sesuai kemampuan, bukan bekerja sekadarnya.
Selain itu, Ning Syahrini mengingatkan pentingnya kekuatan spiritual dan keteguhan perempuan dalam menjalankan peran sosial maupun keluarga.
“Perempuan harus kuat hatinya, weweh tangane, lan kudu jejeg sikile,” ujarnya.
Menurutnya, berkhidmat di Fatayat NU bukan sekadar aktivitas organisasi, tetapi juga bagian dari jalan spiritual untuk bersama para ulama dan muassis NU dalam perjuangan menuju ridha Allah SWT.
Pesan-pesan tersebut mendapat respons positif dari para kader dan jamaah yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Majelis Taklim Fatimah Zahra Akbar pun dinilai menjadi momentum penguatan militansi kader perempuan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Tulungagung. (sna/red)



