Khofifah Tanam Mangrove di Kegiatan Peningkatan Wasbang Kwarda Pramuka Jatim di Trenggalek

Trenggalek, Mataraman.net–  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan penanaman Pohon Manggrove di Kawasan Pantai Cengkrong Trenggalek. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan ‘Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat’ dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, KAmis (4/12/2025).

Khofifah menjelaskan, di setiap event hampir selalu merekomendasikan untuk menanam mangrove. Apabila berada di titik-titiik yang berdekatan dengan area pantai dan area hutan mangrove.

“Kita sebetulnya punya kewajiban untuk membangun keberseiringan daya dukung alam daya dukung lingkungan. Kalau besarannya bangsa Indonesia punya target net zero emision,” ujar Khofifah Indar Parawansa kepada awak media, Kamis (4/12/2025).

Baca Juga :  Mas Ipin-Syah Daftar Pilkada Trenggalek Borong Rekom 8 Partai Lawan Bumbung Kosong
Khofifah Tanam Mangrove di Kegiatan Peningkatan Wasbang Kwarda Jatim di Trenggalek
Khofifah Indar Parawansa di Wasbang Kwarda Jatim Pantai Cengkrong Trenggalek. (bahr)

Gubernur mengapresiasi keikutsertaan Pramuka di setiap acara sosial. Pasalnya, Khofifah setiap titik selalu bertemu keluarbiasaan Pramuka. Ia tidak mengetahui yang mendatangkan dan yang mengundang siapa di setiap event menanam mangrove.

“Selalu saya menemukan Pramuka. Menjadi bagian yang ikut penguatan dari proses penanaman mangrove. Hari ini kebetulan ada agenda kwarda Pramuka Jatim di Trenggalek,” ulasnya.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini menegaskan sedang menghikhiarkan mudah-mudahan ada Festival Mangrove. Sehingga ada rencana di tanggal 21 atau 22 Desember 2025 Kaka Slank bisa hadir dengan komunitas yang besar.

“Tentu kita berharap program ini bisa direplikasi di banyak tempat lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sukses! Tim Dosen UIN Malang Latih Komunitas Disabilitas Pemanfaatan Konten Kreator-Digital Marketing

Senada, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil menerangkan wawasan kebangsaan ini pentiing  agar para anggota Pramuka harus mengetahui sebenarnya Nusantara ada 17 ribu pulau.

“Lalu, Indonesia terdiri dari 1300 suku, 700 bahasa. Nah, tentunya anak anak kita ini yang nanti akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan kita yang tua tua di Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

“Pertama harus mengenal lingkungan di sekitarnya. Setelah itu mengenal bumi nusantara, kalau tidak kita siapa lagi. Bagaimana, cinta alam dan cinta sesama manusi denhan pondasi suci dalam perkataan,” imbuh HM Arum Sabil.

Baca Juga :  Truk Pengangkut Solar di JLS Tulungagung-Trenggalek Gunakan Pelat Palsu

Sabil menambahkan, anggota Pramuka sebelum diterjunkan menjadi barisan terdepan untuk sosial kemanusiaan, dalam hal ini masalah bencana, Kwarda Jatim sudah membekali di Pasukan Brigade Penolong.

“Mereka telah siap hadir untuk membantu, bukan hanya mendistribusikan. Namun adik-adik punya peran mengalevakuasi, sudah bisa dilatih bagi untuk pertolongan pertama. Bagi mereka yang terkena daripada bencana alam maupun wabah penyakit dan lain-lainnya,” tandasnya. (bahr/red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Masjid Al Fattah Tulungagung Jadi Tuan Rumah Jambore ke-3 Bersih-bersih Masjid

Tulungagung, Mataraman.net - Masjid Al-Fattah Tulungagung menjadi lokasi Jambore ke-3 Bersih-bersih Masjid dengan tagline 'Bersih Masjidku, Bersih Negeriku'. Total ada ratusan peserta dari berbagai...