Dilintasi Jalur SUTET, Design Bangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Dirombak

Tulungagung, Mataraman.net – Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung bakal disesuaikan karena sebagian lokasinya dilintasi jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Pada tahap awal, saat ini ratusan calon siswa Sekolah Rakyat di Tulungagung sudah terdata.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengatakan, terdapat jalur SUTET pada lokasi lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat. Namun pembangunan Sekolah Rakyat dipastikan tetap berjalan meski terdapat jalur SUTET diatasnya.

“Pembangunan tetap berjalan, tetapi dengan penyesuaian desain akibat dilintasi jalur SUTET,” kata Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, Selasa (1/9/2026).

Pihak PLN Madiun telah mendatangi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung untuk melihat kondisi SUTET itu. Sesuai rekomensasi PLN Madiun, posisi jaringan SUTET tidak perlu dipindah karena pemindahan perlu waktu lama.

Baca Juga :  Pelatihan-Seleksi Magang Jepang Ansor Tulungagung 2025, Berikut Ketentuannya!

Sebagai solusinya, tata ruang serta desain fisik bangunan Sekolah Rakyat akan disesuaikan demi menjaga keamanan. Rencananya, area dibawah jalur SUTET itu akan dipakai untuk gedung maksimal dua lantai dengan jarak aman lima meter dari kabel.

“Proses pemindahan jalur SUTET memakan waktu hingga dua tahun. Bisa juga lokasi dibawah jalur SUTET itu dipakai untuk fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, IPAL dan dapur,” ungkapnya

Reni menjelaskan, untuk gedung dengan tiga hingga empat lantai nantinya akan didirikan pada sisi selatan lahan. Mengingat lokasi itu tidak dilintasi jalur SUTET, sehingga tidak menggangu jaringan listrik tersebut.

Baca Juga :  Bermain di Sungai Bodeng Tulungagung, 1 Anak Meninggal, 1 Masih dalam Pencarian

“Sesuai jadwalnya, konstruksi fisik ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026 dan pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian PU,” jelasnya.

Selain itu, kuota penerimaan calon siswa diprioritaskan bagi masyarakat dengan kelas ekonomi desil 1 dan desil 2. Proses pendataan calon siswa ini dilakukan berdasarkan tim program keluarga harapan (PKH) dan verifikasi Kemensos.

Sekolah Rakyat di Tulungagung diproyeksikan mampu menampung 1.000 hingga 2.000 orang siswa. Sesuai hasil pendataan tahap awal, saat ini sudah ada 700 orang calon siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Penerimaan tidak hanya dibuka untuk siswa baru jenjang SD, SMP dan SMA dari desil 1 dan desil 2, tetapi juga menjaring anak putus sekolah dari berbagai tingkatan usia,” pungkasnya. (sal/red)

Baca Juga :  KPK Periksa Lagi 9 Pejabat, Dalami Modus 'Surat Sakti' Pemerasan Bupati Tulungagung

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Peringati Maulid Nabi Muhammad di Masjid AN-Nur Tanggulturus, Ajak Masyarakat Jalankan Sunnah Nabi

Tulungagung, Mataraman.net - Pengajian umum yang digelar dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid AN-Nur Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Tulungagung berlansung khidmat dengan...