Diduga Sengaja Dibakar, Ada 46 Kasus Karhutla di Tulungagung Selama 10 Bulan

Tulungagung, Mataraman.net – Selama dua bulan terakhir, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Tulungagung mengalami kenaikan. Bahkan, kejadian karhutla itu diduga karena unsur kesengajaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kasi Operasional dan Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan ada 46 kasus karhutla selama 10 bulan. Kejadian karhutla itu mengalami kenaikan cukup signifikan selama dua bulan terakhir.

“Sejak Januari sampai pertengahan Oktober 2026, ada 46 kasus karhutla di Tulungagung. Dua bulan ini jumlahnya justru meningkat,” kata Bambang Pidekdo, Senin (19/10/2026).

Secara rinci, sejak Agustus hingga September 2026 sudah ada 40 kejadian karhutla di Tulungagung. Sedangkan lokasi karhutla yang paling banyak terjadi pada kawasan Perhutani, lahan tanaman tebu dan lahan tanaman bambu.

Baca Juga :  KPK Geledah Ruangan hingga Periksa Kepala OPD di Kantor Pemkab Tulungagung

Sebagian besar kejadian karhutla di Tulungagung disebabkan karena aktivitas pembakaran dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Mengingat musim kemarau justru membuat api mudah membesar dengan cepat.

“Kami menduga akibat aktivitas pembakaran oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Atau bahkan niatnya membakar sampah daun kering, tapi kemudian merembet,” ungkapnya.

Selain itu, kejadian karhutla tersebut juga diduga sengaja dilakukan untuk membuka lahan baru untuk ditanami lagi. Damkarmat Tulungagung menilai jika kemungkinan kejadian karhutla masih bisa terjadi sampai Desember 2026 mendatang.

Mengingat, musim hujan diprediksi masih akan terjadi pada pertengahan bulan Desember 2026 mendatang. Maysarakat diimbau agar tidak membakar hutan dan lahan secara sengaja, apalagi di lokasi yang dekat dengan permukiman.

Baca Juga :  Warga Sembung Tulungagung Bongkar Makam Kuno, Diduga Berasal Dari Abad Ke-16

“Potensi kebakaran hutan dan lahan masih mungkin terjadi hingga awal Desember. Apalagi musim hujan diprediksi terjadi pada pertengahan Desember,” pungkasnya.

Perlu diketahui, kejadian karhutla di Tulungagung sempat memakan korban jiwa pada Selasa (6/10/2026) kemarin. Korbannya yakni perempuan lansia yakni KT (74) warga Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung.

Sesuai hasil pemeriksaan polisi, korban sebelumnya membakar daun jati kering di sekitar lahan miliknya. Petugas menduga jika api dengan cepat membesar dan menyambar tubuh korban hingga mengalami luka bakar 80 persen. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pastikan Distribusi BBM Lancar, Polres Tulungagung Pantau SPBU

Tulungagung, Mataraman.net - Polres Tulungagung melakukan pemantauan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hasilnya, diakui jika terjadi...