Jalan Nasional Trenggalek–Pacitan Retak dan Ambles, Akses Lalu Lintas Terganggu

Trenggalek, Mataraman.net– Ruas jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Pacitan, Jawa Timur, mengalami kerusakan serius. Jalan tersebut retak dan ambles hingga sedalam 30 sentimeter, mengancam keselamatan pengendara serta warga yang tinggal di sekitarnya, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

Kerusakan ini terjadi di perbatasan antara Desa Cakul dan Desa Pandean, Kecamatan Dongko, Trenggalek. Selain ambles, sejumlah retakan sporadis juga tampak di berbagai titik sepanjang jalan, memaksa kendaraan untuk melintas secara bergantian. Akses lalu lintas pun menjadi tersendat.

Tak hanya mengancam infrastruktur jalan raya, pergerakan tanah juga merambat ke kawasan permukiman warga. Sebuah rumah milik warga bernama Rinanto di Desa Pandean dilaporkan mengalami keretakan cukup parah dan terancam roboh. Untuk sementara, penghuni rumah terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga :  Trenggalek Pilih Lokasi Sekolah Rakyat di Eks Pabrik Kopi Belanda Dilem Wilis

“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Retakan mulai muncul pada Sabtu malam setelah hujan deras mengguyur wilayah ini,” ungkap Rinanto saat ditemui di lokasi.

Dampak pergerakan tanah juga dirasakan oleh SD Negeri 5 Cakul. Halaman sekolah dan plengsengan ambles hingga 30 sentimeter, membuat kekhawatiran meningkat di kalangan guru dan orang tua siswa.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret untuk menanggulangi kondisi ini. Pasalnya, jika dibiarkan, kerusakan yang terjadi dikhawatirkan akan meluas dan memutus total jalur utama yang menghubungkan Trenggalek dan Pacitan.

“Kami khawatir akses transportasi benar-benar lumpuh. Ini jalur vital bagi warga dan anak-anak sekolah,” ujar seorang warga lainnya.

Baca Juga :  Khofifah Galang Dukungan Muslimat Trenggalek, Ulas Pergub Fasilitasi Pesantren

Situasi ini menambah daftar panjang ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah pegunungan selatan Jawa Timur, yang kerap terdampak longsor dan pergerakan tanah usai diguyur hujan deras. (bahr/red)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Alumni MTs Al Huda Tulungagung Raih Predikat Wisudawan Terbaik Kedua di Universitas Turki

Tulungagung, Mataraman.net – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah asal Kabupaten Tulungagung di kancah internasional. Alumni MTs Al Huda Bandung, Tulungagung, Nissa Eka Pratiwi,...