Bupati Dhito Mencoblos di TPS Jalan Kaki Ditemani Sang Istri

Kediri, Mataraman.net – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mencoblos ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem. Mas Dhito, sapaan akrab beliau ini mencoblos ditemani sang istri Eriani Annisa Hanindhito.

Berhubung jarak TPS 01 Desa Sukorejo hanya 700 meter, Mas Dhito bersama sang istri berjalan kaki. TPS tersebut berada di lahan milik Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri.

Mas Dhito mengenakan kemeja putih, celana hitam dan bersongkok hitam. Sementara Mbak Cicha mengenakan baju putih, bawahan hitam serta kerudung putih

Keluar dari kediaman menuju lokasi pencoblosan pada 08.55 WIB. Di TPS tersebut sudah banyak warga yang ikut mengantri.

Baca Juga :  Mas Gum Siap Selesaikan Permasalahan Pertanahan Kota Batu di Periode Pertama

Setelah mendaftar, tak berselang lama Mas Dhito dan Mbak Cicha memenuhi panggilan antrian untuk mencoblos. Suasana di bilik suara terasa nyaman lantaran menggunakan tenda yang memiliki fasilitas Air Conditioner (AC).

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, ini dalam sejarah Indonesia melangsungkan pesta demokrasi Pilkada Serentak. Ia berharap kelak menghasilkan pemimpin yang bisa melayani masyarakat.

“Siapapun yang terpilih memang bupati yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kediri.

Mas Dhito bersyukur sementara ini pelaksanaan lancar pertama kali Pilkada dilakukan secara serentak. Kurang lebih hampir 400 sekian kabupaten dan 100 sekian kota belum ditambah 37 provinsi.

Baca Juga :  Teken Deklarasi, Firhando Gumelar-H. Rudi Nilai Batu Punya Semua Syarat Menuju Kota Berkelas Dunia

“Maka kita doakan tidak hanya di Kediri khususnya juga di Kediri tetap guyub rukun,” tandasnya.

Usai melakukan pencoblosan, banyak warga yang ingin mengabadikan berfoto dengan Mas Dhito. Termasuk juga kepada Mbak Cicha menjadi jujugan saling berfoto. (mad)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Anak di Bawah Umur di Bandung Tulungagung

Tulungagung, Mataraman.net - Seorang anak berusia 14 tahun menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Kecamatan Bandung Tulungagung. Saat ini, petugas kepolisian masih mendalami...