Air Sungai Meluap Akibat Hujan Deras, Petani Bawang Merah di Tulungagung Merugi

Tulungagung, Mataraman.net – Sejumlah petani bawang merah di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung harus gigit jari. Pasalnya, mereka terpaksa merugi akibat tanamannya tergenang air dan harus dipanen lebih awal.

Salah seorang petani, Nur Rokhim mengatakan, tanamannya sempat terendam banjir sejak beberapa hari yang lalu. Itu karena intensitas hujan di wilayah Desa Junjung, Kecamatan Sumgempol, Tulungagung yang cukup tinggi hingga lahan sawahnya tergenang air.

“Terjadi hujan deras beberapa yang lalu, sehingga air sungai meluap dan merendam tanaman petani di sekitar sini,” kata Nur Rokhim, Kamis (5/11/2026).

Kondisi tersebut mempengaruhi kualitas tanaman bawang merah milik para petani terutama bagi tanaman yang belum masuk usia panen. Akibatnya, tanaman milik petani yang belum masuk masa panen terpaksa harus dipanen lebih awal.

Baca Juga :  Polres Tulungagung Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Petugas Fokuskan Tilang Manual Pada Tiga Pelanggaran

Upaya panen dini ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih banyak dialami oleh para petani. Selain itu, apabila tidak segera dipanen tanaman akan cepat membusuk yang tentunya akan mempengaruhi harga jual bawang merah.

“Kalau tanaman saya sudah siap panen, tapi ada yang belum siap panen. Kalau sudah terendam banjir pasti harganya anjlok, apalagi tidak segera dipanen,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, penderitaan para petani bawang merah ini diperparah dengan kondisi petani yang sulit mendapat pembeli.

Tak hanya masalah harga, kondisi ini juga membuat petani kesulitan mendapat pembeli. Sebelum terendam banjir, tanaman milik Nur Rokhim sebenarnya sudah terjual kepada seorang pembeli dengan nilai mencapai Rp82 juta.

Baca Juga :  Rusak Parah, Warga Kalibatur Swadaya Lakukan Perbaikan Jalan Sepanjang 4 Kilometer

Diketahui, nilai jual tersebut merupakan taksiran awal apabila tanaman bawang merah moliknya bisa dipanen hingga 4 ton. Setelah banjir, pihaknya terpaksa menurunkan harga menjadi Rp70 juta, namun pembeli belum berani ambil.

“Saya masih menunggu pembeli lain yang sebelumnya meski harga sudah turun tapi tidak jadi membeli karena terendam banjir,” pungkasnya. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung Ditunda, Ternyata Ini Penyebabnya

Tulungagung, Mataraman.net - Rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat (SR) di Tulungagung dipastikan gagal direalisasikan pada tahun 2026. Penyebabnya disinyalir karena keberadaan jalur Saluran Udara...