Tulungagung, Mataraman.net – Konstruksi tanggul pada Dam Serut masuk Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung dilakukan perbaikan. Hal itu dilakukan agar tanggul Dam Serut tidak tergerus saat Dam dibuka yang mengakibatkan terganggunya saluran irigasi.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Endra Wibawa mengatakan, konstruksi tanggul Dam Serut dilakukan perbaikan. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan tanggul maupun jebolnya saluran pembuangan Dam Serut.
“Kami melakukan pengerjaan perbaikan atau penguatan tanggul pada Dam Serut sebagai upaya untuk mencegah terjadinya insiden seperti Dam Pacar beberapa waktu lalu,” kata Endra Wibawa, Minggu (25/10/2026).
Proyek penguatan tanggul pada Dam Serut ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp320 juta lebih yang berlangsung selama 90 hari. Diketahui, proyek ini mulai dikerjakan sejak 29 September 2026 sampai dengan 27 Desember 2026 mendatang.
Endra mengaku, kondisi tanggul pada Dam Serut perlu diperhatikan demi keamanan struktur aliran irigasi. Pasalnya, tanggul pada Dam Pacar berpotensi untuk tergerus akibat bagian tanggul yang tidak berfungsi secara optimal.
“Apabila tidak dalam kondisi optimal, struktur tanggul pada Dam Pacar berpotensi semakin tergerus,” ungkapnya.
Struktur tanggul yang tergerus tidak bisa dianggap remeh apabila terus terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Pasalnya, kondisi itu berpotensi memicu kerusakan yang lebih serius pada bagian tanggul yang bisa jebol sewaktu-waktu.
Selain itu, potensi itu tentunya bisa berdampak terhadap kosntruksi bangunan Dam Serut itu sendiri. Mengingat apabila tanggul Dam Serut jebol, kondisi itu bisa turut menyebabkan konstruksi Dam Serut yang juga terdampak kerusakan.
“Kalau tanggulnya jebol, jelas bangunan Dam Serut juga bisa terdampak dan ikutan roboh,” jelasnya.
Endra menyebut, keberadaan Dam Serut sangat penting untuk mendukung kebutuhan irigasi di wilayah itu. Salah satunya untuk menyuplai kebutuhan air untuk lahan pertanian, sehingga struktur bangunan harus terjaga agar fungsi itu terus berjalan.
“Kerusakan pada bagian struktur berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan apabila tidak diantisipasi. Harapannya kondisi struktur Dam Serut dapat dipertahankan agar pengairan tidak terganggu,” pungkasnya. (sal/red)



