Edukasi Publik dan Sosial Eksperimen ODHIV di CFD Tulungagung, Ini Temuannya

Tulungagung, Mataraman.net – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Tulungagung kembali menggelar edukasi publik dan eksperimen sosial di CFD Tulungagung pada Minggu (13/9/2026). Meski secara umum bisa menerima Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV), namun banyak masyarakat yang salah memahami jika virus bisa ditularkan melalui air liur.

Sekretaris KPAD Tulungagung, Ifada Nur Rohmania mengatakan, kegiatan edukasi publik dan eksperimen sosial ini untuk mengikis stigma negatif terhadap ODHIV. Kegiatan ini berfokus pada pengukuran tingkat empati dan pengujian pemahaman masyarakat terhadap HIV/AIDS.

“Kami hadirkan ODHIV untuk melihat tingkat interaksi masyarakat kepada mereka. Kami juga uji pemahaman masyarakat mengenai mitos dan fakta penularan HIV/AIDS,” kata Ifada Nur Rohmania, Minggu (13/9/2026).

Baca Juga :  Maju di Partai Lain, PDIP Tulungagung Surati Kader Copot Baliho

Pada kegiatan eksperimen sosial, kali ini KPAD Tulungagung melibatkan ODHIV laki-laki setelah sebelumnya melibatkan ODHIV perempuan. Hasilnya memang sedikit masyarakat yang mau melakukan interaksi seperti jabat tangan dengan ODHIV.

Selain itu, KPAD Tulungagung juga menyajikan tantangan edukatif berupa pertanyaan mitos atau fakta seputar jalur penularan HIV. Secara umum, masyarakat sudau memahami jika hubungan seksual berisiko merupakan jalur penuralan utama.

“Mungkin masyarakat masih banyak yang beranggapan jika ODHIV laki-laki merupakan penyebab utama terjadinya penularan virus,” ungkapnya.

Secara rinci, masih banyak masyarakat yang salah memahami saat mengikuti pengujian seputar jalur penularan HIV. Seperti masih banyak masyarakat yang menilai mempercayai mitos bahwa virus dapat menular melalui air liur atau kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan.

Baca Juga :  147 Ribu Warga Tulungagung Jadi Sasaran Bapang, Penyaluran Tahap II Hanya Beras

Atas dasar itu, KPAD Tulungagung menegaskan pentingnya prinsip (Greater Involvement of People Living with HIV/AIDS). Artinya, setiap kegiatan edukasi yang dilakukan selalu melibatkan peran aktif penyandang ODHIV.

“Pendekatan ini terbukti efektif menekan angka diskriminasi di masyarakat. Besar harapan kami stigma negatif di masyarakat terhadap ODHIV bisa sepenuhnya luntur,” pungkasnya. (sal/red)

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Terbukti Kumpul Kebo, Anggota Polres Tulungagung Hanya Kena Sanksi Patsus dan Demosi 5 Tahun

Tulungagung, Mataraman.net - Anggota Polres Tulungagung berinisial Aiptu YW yang kedapatan kumpul kebo dengan perempuan di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung telah menjalani hukuman...