Tulungagung, Mataraman.net – Pengajian umum yang digelar dalam rangka maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid AN-Nur Desa Tanggulturus, Kecamatan Besuki, Tulungagung berlansung khidmat dengan dihadiri sekitar 300 orang. Masyarakat turut diingatkan untuk selalu menjalankan sunnah nabi agar kelak mendapatkan syafaatnya.
Mubaligh asal Pakel Tulungagung, KH. Musani mengatakan, ibadah yang kita lakukan jika dihitung dengan nikmat yang diberikan Allah S.W.T itu tidak sebanding. Itu karena Allah S.W.T akan tetap memberikan nikmatnya meski makhluknya jarang beribadah.
“Sebagai contoh yang tidak kita sadari, kita setiap hari bisa jalan-jalan seperti ini (datang ke pengajian) maupun bernafas, itu termasuk nikmat Allah SWT,” kata KH. Musani, Selasa (1/9/2026).

Maka dari itu, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan sang pencipta kepada makhluknya, semua orang seharusnya memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad S.AW. Harapannya, setiap orang yang memperingati hari kelahiran kekasih Allah SWT, kelak akan menerima syafaatnya.
Selain itu, setiap orang yang menjalankan ibadah juga seharusnya meniru apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam beribadah kepada sang pencipta. Seperti perkataan nabi dalam suatu hadist, ‘Siapa saja orangnya yang menghidupkan
sunnahku atau tindak-lakuku, maka dia termasuk orang-orang yang mencintaiku’.
“Semoga hati kita sewaktu menjalankan ibadah kepada Allah S.W.T disembuhkan dari berbagai macam penyakit hati, sehingga menjadi ibadah yang khusyuk lillaahi ta’aala,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi Muhammad S.A.W Masjid AN-Nur, Nurudin berterima kasih banyak kepada setiap pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara pada malam hari ini.
Dirinya mewakili segenap panitia mengucapkan ‘marhaban ahlan wa sahlan bi qudumikum’. Artinya, mudah-mudahan kehadiran semua orang membawa barokah di dalam majelis ini.
“Kegiatan ini direncanakan kurang dari 1 minggu dan Alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar dan banyak yang hadir pada majelis ini,” kata Nurudin.
Tidak lupa, dirinya juga meminta maaf kepada setiap jema’ah yang hadir apabila suguhan maupun semua hal yang ada di dalam majelis kurang membuat berkenan. (sal/red)



