Tulungagung, Mataraman.net – Suasana hangat tampak dalam kegiatan bakti sosial kesehatan yang digelar PAC Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Gondang. Warga datang silih berganti untuk mengikuti terapi tradisional yang disiapkan Banser sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Tidak sedikit warga yang mengaku datang karena tubuh terasa pegal setelah menjalani aktivitas kerja sehari-hari. Keluhan seperti asam urat, kolesterol, gula darah, pusing hingga pegal linu menjadi yang paling sering dirasakan masyarakat.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Gondang, Muhamad Safi’i mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan Banser dengan masyarakat.
“Tujuan utama diadakan bakti sosial ini adalah menjalankan fungsi katalisator, yaitu Banser sebagai perekat silaturahmi kepada masyarakat. Selain itu, kami ingin mengenalkan bahwa Banser bukan hanya untuk pengamanan pengajian saja, tetapi juga hadir di bidang kesehatan melalui terapi tradisional,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan itu lahir dari kondisi masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja dengan aktivitas fisik cukup berat, sehingga banyak mengalami keluhan pada tubuh.
“Karena melihat kondisi masyarakat yang notabene pekerja berat dan banyak yang mengeluhkan tubuh terasa pegal, jadi kami mengadakan bakti sosial kesehatan berupa terapi tradisional,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatkoryon Banser Kecamatan Gondang, Yahya Arwa Zamzami menyebut keluhan yang paling dominan dirasakan warga adalah kolesterol, asam urat, dan pegal linu.
Di tengah aktivitas sosial kemasyarakatan yang selama ini identik dengan pengamanan kegiatan keagamaan, Banser Gondang mencoba menghadirkan wajah lain organisasi: lebih dekat dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Banser berharap keberadaannya semakin dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Harapannya semoga masyarakat selalu dalam keadaan sehat dan masyarakat dapat mengenal bahwa Banser adalah organisasi kemasyarakatan yang siap melayani masyarakat, baik pengamanan maupun kesehatan,” pungkas Yahya. (sna/red)



