Safari Ramadan MWCNU Besuki: KH Mukhlisin Tekankan Pentingnya Silaturahmi

Tulungagung, Mataraman.net – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Besuki kembali menggelar kegiatan Safari Ramadan sebagai upaya mempererat tali persaudaraan antarwarga. Dalam kegiatan yang diawali dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah tersebut, Dai Safari Ramadan MWCNU Besuki, KH Mukhlisin, memberikan tausiah mendalam mengenai filosofi safari dan keutamaan silaturahmi.
KH Mukhlisin menjelaskan, secara etimologi, kata “Safari” berasal dari kata safar yang berarti perjalanan, sedangkan “Ramadan” merujuk pada bulan suci saat ini.
Ia menegaskan, tujuan utama tim safari MWCNU adalah untuk merajut kerukunan dengan masyarakat di tingkat ranting maupun masjid-masjid di luar kantor pusat MWCNU.
“Tim safari dari MWCNU ini memang memiliki niat untuk mempererat tali persaudaraan, silaturahmi, serta kerukunan dengan saudara-saudara yang berada di ranting-ranting,” ujar KH Mukhlisin di hadapan jemaah, Sabtu (14/3/2026) malam.

Dalam ceramahnya, KH Mukhlisin mengutip pesan dari Rais Syuriah mengenai dua keutamaan utama silaturahmi, yakni diluaskannya rezeki dan diperpanjangnya usia. Ia berkelakar bahwa tanda-tanda perluasan rezeki sudah terlihat dari banyaknya hidangan dan “berkat” yang disajikan saat menjamu tamu silaturahmi.
Namun, ia juga memberikan penjelasan teologis mengenai konsep panjang usia yang sering kali dianggap bertentangan dengan ayat Al-Qur’an tentang ketetapan ajal. KH Mukhlisin menjelaskan bahwa meski ajal adalah ketetapan Allah yang tidak dapat dimajukan atau diundur, silaturahmi memiliki kekuatan luar biasa dalam mengubah takdir atas izin Allah.
Ia menceritakan sebuah kisah dari kitab Irsyadul Ibad tentang Nabi Daud AS yang didatangi Malaikat Izrail dalam wujud pria tampan. Dalam kisah tersebut, Malaikat Izrail sempat memprediksi seorang pria akan wafat dalam 20 hari, namun nyatanya pria tersebut masih hidup hingga 20 tahun kemudian.
“Wah, ternyata keutamaan orang yang bersilaturahmi dan menyambung tali persaudaraan itu benar-benar dapat memperpanjang umur. Buktinya, yang semula tinggal 20 hari menjadi 20 tahun lagi,” ungkapnya mengutip kesimpulan malaikat dalam kisah tersebut.
Menurut KH Mukhlisin, secara logika manusiawi, orang yang rajin bersosialisasi dan menyambung persaudaraan akan terhindar dari stres. Sebaliknya, mereka yang menutup diri cenderung merasa hidupnya sempit dan buntu.
Selain silaturahmi, ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu mengikuti arahan atau dawuh para ulama. Ia menekankan bahwa ulama adalah pelita dunia dan akhirat. Tanpa keberadaan ulama, sebuah daerah akan kehilangan arah dan moralitas masyarakat bisa merosot tajam.
“Ulama itu menjadi cahaya di dunia, penerang di alam kubur, hingga di alam akhirat. Jika para kiai wafat satu per satu, maka orang-orang akan bertindak semaunya. Akhirnya, semua hal yang haram dianggap halal,” tegas KH Mukhlisin.
Sebagai penutup, ia mengajak jemaah untuk mendukung program-program organisasi seperti “Koin NU”. Meskipun terlihat sederhana, ia meyakini bahwa kontribusi yang dilakukan dengan ikhlas dapat memberikan pertolongan besar bagi sesama di masa depan. (bahr/red)



