Terima SK, PAN Tulungagung Bakal Diisi Lintas Generasi Saling Kolaborasi

Tulungagung, Mataraman.net – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur resmi memberikan SK Kepengurusan untuk 27 DPD atau pengurus tingkat kabupaten/kota. Salah satunya DPD Tulungagung, susunan struktur kepengurusan bakal diisi oleh lintas generasi untuk saling kolaborasi dan saling melengkapi.
Hal itu diungkapkan lansung oleh Ketua DPD PAN Tulungagung periode 2025-2030, Rijal Abdulloh. Seluruh pengurus lantas diminta untuk mempersiapkan upaya pemenangan Pemilu 2029. Ia mengaku usai mendapatkan SK dari DPP melalui DPW sudah terbentuk kepengurusan baru pasca musyawarah daerah.
Untuk Struktur DPD PAN Tulungagung menurutnya memiliki komposisi yang menarik sekali. Pasalnya, ini menggabungkan antara generasi Z, milenial, generasi X, komposisinya ada semua.
“Jadi insyaallah kita kerja kolaboratif, saling melengkapi, tidak ada yang saling mendominasi,” ujar Rijal Abdulloh sitemui awak media di salah satu kedai kafe di Tulungagung, Sabtu (14/3/2026).
Rijal disinggung perihal target perolehan kursi belum bisa menjawab. Beliau ingin lebih berkontribusi kepada masyarakat langsung, sehingga berdampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Belum ada target. Kita belum ada target kursi ya, yang penting kita bekerja aja, berimpact ke masyarakat,” selorohnya.
Beliau mengungkapkan bahwa persepsi mengenai demokrasi harus diperluas. Baginya, demokrasi bukan hanya rutinitas lima tahunan di tempat pemungutan suara, melainkan sebuah proses pendewasaan peradaban.
“Demokrasi itu bukan soal pemilu saja, tetapi proses kita belajar secara terus-menerus untuk mendewasakan dan memperbaiki peradaban yang ada,” ujar Rijal.
Ia menambahkan fokus utama partai adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk memajukan Tulungagung secara bersama-sama.
Menanggapi citra PAN di tingkat nasional yang akrab dengan figur publik dan pemengaruh (influencer), Rijal menyatakan bahwa PAN Tulungagung bersikap terbuka bagi siapa saja. Di tingkat daerah, ia menyebut potensi para figur lokal atau yang ia istilahkan sebagai “mikroseleb”.
“Tentunya kita tidak berfokus ke situ (artis) saja, tetapi kita terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung ke PAN. Termasuk yang dipersepsikan sebagai mikroseleb itu, silakan saja. Ini adalah ruang berkarya dan ruang untuk belajar demokrasi,” tuturnya sembari memberikan selingan tawa.
Untuk membedakan diri dengan partai lain dalam menggaet generasi muda, Rijal telah menyiapkan strategi quick win untuk satu hingga dua tahun pertama masa jabatannya. Fokus utamanya adalah transformasi partai menjadi organisasi yang lebih modern melalui pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Rijal menjelaskan penggunaan teknologi tersebut akan dioperasionalkan secara nyata dalam kerja-kerja politik dan penguatan struktur internal. Ia menginginkan kader PAN memiliki profesionalisme dan kesadaran demokrasi yang mumpuni agar mampu meyakinkan masyarakat bahwa partai tersebut hadir untuk memberikan manfaat nyata.
Inovasi Kebijakan dan Budaya Ilmiah
Salah satu terobosan yang tengah dirancang adalah pembentukan Policy Innovation Hub. Lembaga ini diproyeksikan sebagai pusat kajian yang diisi oleh tim khusus untuk membedah kebijakan publik serta dinamika ekonomi, politik, dan sosial di Kabupaten Tulungagung.
“Meskipun partai sering kali mendapatkan stigma sebagai wadah orang-orang yang tidak profesional, kami mengupayakan agar budaya ilmiah dan pengetahuan menjadi pondasi utama kami dalam bekerja,” tegasnya.
Langkah ini akan berjalan beriringan dengan program sosial kemasyarakatan yang dijalankan oleh anggota Fraksi PAN di DPRD Kabupaten Tulungagung.
Perihal agenda mendesak, Rijal mengaku yang akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni restrukturisasi pengurus di tingkat kecamatan. Proses ini akan melibatkan evaluasi mendalam berdasarkan hasil pemilu sebelumnya.
Ia menyatakan pihaknya sedang menjaring sosok-sosok terbaik dari berbagai latar belakang untuk bergabung. Rijal mengundang putra-putri daerah untuk belajar bersama dan membangun gagasan demi kemajuan Tulungagung di masa depan. (bahr/red)



