Jelang Lebaran, Ini Titik-titik Jadi Atensi Polres Tulungagung Urai Kemacetan

Tulungagung, Mataraman.net –   Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas menjelang masa Operasi Ketupat 2026. Fokus pengamanan dibagi menjadi dua fase, yakni arus mudik (H-7) yang terkonsentrasi di wilayah perkotaan dan arus wisata (H+7) yang diprediksi akan memadati jalur menuju Jalur Lintas Selatan (JLS).

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Tulungagung, Inspektur Polisi Satu Zainuddin menjelaskan kepadatan arus sering kali terjadi di jalur-jalur yang tidak memiliki Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Menurutnya, tidak adanya lampu lalu lintas di titik strategis memicu pengendara untuk melaju dengan kecepatan tinggi yang berisiko menimbulkan kecelakaan.

“Arus semakin padat dan terjadi penumpukan jalur tanpa adanya APILL. Hal ini memicu masyarakat untuk berkendara dengan kencang, dan itulah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas,” beber Iptu Zainuddin kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

Titik Rawan Arus Mudik: Jembatan Lembu Peteng

Untuk fase sebelum Lebaran (H-7), titik paling krusial berada di Jembatan Lembu Peteng. Lokasi ini merupakan simpul pertemuan lima ruas jalan, termasuk jalur nasional dan akses menuju kawasan Pinggir Kali (Pinka) serta Pasar Ngemplak.

Baca Juga :  Berikut Cara Gus Ladin Dakwah Kontemporer dalam Mengisi Ceramah

Guna mengantisipasi penumpukan, polisi telah memasang pembatas jalan berupa tolo-tolo. Hal ini dilakukan agar kendaraan dari jalur sekunder tidak langsung memotong jalur utama yang dapat memicu kemacetan hingga ke wilayah Gleduk dan Jetaan. IPTU Zainuddin juga menyoroti keberadaan relawan pengatur lalu lintas atau ‘Pak Ogah’ di kawasan tersebut.

Keberadaan Pak Ogah sebenarnya membantu, namun terkadang mereka memprioritaskan kendaraan yang memberi imbalan, sehingga jalur utama justru terhambat.

“Kami sudah memberikan pembinaan agar mereka tetap memprioritaskan jalur nasional. Jika jalur utama sudah aman, baru kendaraan dari jalur lingkungan boleh menyeberang,” tegasnya.

Lonjakan Wisatawan di Jalur Lintas Selatan (JLS)

Memasuki H+2 Lebaran, fokus pengamanan akan bergeser ke jalur wisata, terutama JLS yang berbatasan dengan wilayah Trenggalek. Keindahan estetika JLS diprediksi tetap menjadi daya tarik utama dibandingkan jalur konvensional seperti Watulimo.

Zainuddin mengungkapkan sekitar 60 persen wisatawan diprediksi menuju Pantai Mutiara (Trenggalek) melalui jalur Tulungagung, sementara 40 persen sisanya menuju destinasi di wilayah Tulungagung sendiri seperti Pantai Gemah, Klatak, dan Midodaren.

“Kami bekerja ganda karena juga mengamankan arus yang menuju wilayah Trenggalek. Berdasarkan pengalaman libur Natal lalu yang sangat padat, kami telah membentuk Tim Patroli Bit untuk mengurai kepadatan secara mobile,” jelasnya.

Baca Juga :  Pjs Bupati Kediri Harap Guru Penggerak Jadi Pelopor dan Agen Perubahan

Skema Penguraian Arus dan Sistem Buka-Tutup

Polres Tulungagung membagi wilayah pengamanan ke dalam empat zona patroli (Bit):
* Bit 1: Meliputi kawasan Jetaan hingga Cuiri
* Bit 2: Meliputi Tamanan, Lembu Peteng, hingga Pasar Boyolangu.
* Bit 3: Area dalam kota Tulungagung.
* Bit 4: Simpang Tiga Bandung dan Campurdarat hingga wilayah Besuki.

Jika terjadi kelebihan kapasitas (overload) di jalur wisata pada sore hari, pihak kepolisian tidak segan untuk menerapkan sistem satu arah (one way) atau penutupan sementara.

“Apabila situasi sudah sangat darurat, kami terpaksa melakukan penutupan sementara dari arah bawah. Kami akan dorong dan ‘kuras’ arus kendaraan yang dari atas (pantai) agar cepat terurai dan tidak terjadi kemacetan hingga larut malam,” tambahnya.

Tim Patroli Bit akan terus memantau situasi melalui koordinasi lapangan dan pantauan satelit (Google Maps). Jika terdeteksi indikasi warna merah (macet) pada peta digital, personel akan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan rekayasa lalu lintas secara instan. (bahr/red)

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button