Tulungagung, Mataraman.net – Tiga siswa SMP Negeri 1 Besuki, Kabupaten Tulungagung, berhasil memborong medali dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralayang Jawa Timur 2026 dan Liga Paralayang Jawa Timur Seri 3.
Ketiga siswa tersebut yakni Wildan Hafizh Sanjaya dari kelas 8E yang meraih juara 1, Agiet Tirta dari kelas 9E sebagai juara 2, serta Gabriel Alfian Afrilio dari kelas 8E yang meraih juara 3.
Ketiganya tergabung dalam Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Tulungagung.

Kejurda dan Liga Paralayang Jawa Timur Seri 3 tersebut berlangsung di Gunung Banyak, Kota Batu, pada 16-18 September 2026.
Salah satu peraih medali, Wildan Hafizh Sanjaya, mengaku baru sekitar enam bulan menekuni latihan paralayang.
Ia mengikuti Kejuaraan Liga dan Kejurda Paralayang Jawa Timur yang pesertanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Kalau dari mulai pertama latihan sekitar enam bulan,” teraang Wildan ditemui di Lobi SMPN 1 Besuki, Sabtu (26/9/2026).
Wildan mengaku senang setelah berhasil meraih juara pertama. Apalagi, capaian tersebut merupakan kali pertama dirinya mendapatkan juara.
“Senang,” ujarnya lirih.
Ke depan, Wildan berharap dapat kembali meraih prestasi pada kejuaraan berikutnya.
“Semoga saya masih dapat juara untuk kejuaraan selanjutnya,” imbuhnya.
Sementara, Gabriel Alfian Afrilio mengatakan motivasinya mengikuti kejuaraan paralayang adalah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman baru.
“Motivasinya biar bisa berkembang lagi dan bisa tahu banyak tempat,” ujar Gabriel.
Kejuaraan di Kota Batu menjadi keikutsertaan keduanya. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti kejuaraan di Madiun.
Namun, di Kota Batu menjadi kali pertama Gabriel berhasil naik podium.
“Yang pertama ada di Madiun, yang ini kedua kali, baru pertama naik podium,” bebernya.
Untuk latihan, Gabriel biasanya berlatih pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Namun, latihan juga dapat dilakukan lebih sering ketika kondisi memungkinkan.
“Ya, setiap hari weekend Sabtu, Minggu. Kalau mau ya setiap hari juga tidak apa-apa,” katanya.
Gabriel mengatakan, dukungan dari pelatih dan orang tua menjadi salah satu motivasinya untuk terus berlatih.
“Motivasinya jangan pantang menyerah, terus berusaha,” ujarnya.
Ia berharap ke depan dapat kembali meraih prestasi dan mengoleksi lebih banyak gelar juara.
“Ke depan harapannya bisa meraih juara lebih banyak lagi,” ulasnya.
Berbeda dengan Wildan dan Gabriel, Agiet Tirta sudah beberapa kali meraih medali dalam rangkaian Liga Paralayang Jawa Timur.
Agiet tercatat meraih medali dalam tiga seri berturut-turut.
Ia menjelaskan, sebelumnya meraih juara pada Liga Paralayang Seri 1 di Batu, kemudian Liga Seri 2 di Madiun, dan pada Seri 3 di Kota Batu kembali meraih juara 2.
“Saya dapat juara dua, tiga kali berturut-turut dari juara liga seri satu di Batu, liga seri dua di Madiun dan liga seri tiga kejuaraan daerah di Kota Batu,” terang Agiet.
Menjelang kejuaraan, Agiet meningkatkan intensitas latihan. Ia berlatih setiap hari ketika kondisi cuaca mendukung.
“Latihan kalau mau mendekati event latihan setiap hari. Setiap cuaca bagus kita latihan,” ujarnya.
Bagi Agiet, capaian tersebut sangat berarti. Ia berharap prestasinya dapat membanggakan orang tua, sekolah, dan membawa nama Tulungagung.
“Sangat berpengaruh buat saya,” katanya.
Agiet juga berharap fasilitas untuk olahraga paralayang di Tulungagung dapat terus ditingkatkan.
“Lebih diperbaiki lagi untuk fasilitasnya,” ujarnya.
Ia juga berharap atlet yang berprestasi mendapatkan dukungan berupa penghargaan dan pembinaan.
“Yang diharapkan ya semestinya itu piala sama uang pembinaan,” katanya.
Sekolah Harap Prestasi Jadi Bekal Jalur Prestasi
Kepala SMPN 1 Besuki, Drs.Sirat, secara khusus menyoroti konsistensi Agiet yang selalu meraih medali dalam tiga seri kejuaraan.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal bagi Agiet untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
“Harapan saya semoga nanti dengan prestasinya anak itu dapat juara, paling tidak nanti bisa sebagai bahan untuk masuk ke sekolah jenjang yang lebih tinggi dengan jalur prestasi,” ulas Sirat.
Ia menilai sekolah yang memiliki program pembinaan olahraga berpotensi memberikan ruang bagi siswa dengan prestasi di bidang olahraga.
Sirat juga berharap para siswa SMPN 1 Besuki dapat terus mempertahankan prestasi hingga mampu meraih gelar juara umum dari rangkaian seri yang diikuti.
Rangkaian kompetisi paralayang Jawa Timur tersebut digelar dalam beberapa seri. Final liga dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Sementara itu, kegiatan Danlanud Abdulrachman Saleh Open – Kejurda Paralayang Jawa Timur 2026 ditutup melalui upacara penutupan di Landing Area Paralayang Songgomaruto, Kota Batu.
Sirat menyebut wilayah selatan Tulungagung juga memiliki potensi untuk menjadi tempat tumbuhnya atlet paralayang. Keberadaan wahana latihan di wilayah selatan membuat anak-anak memiliki kesempatan untuk mengenal olahraga tersebut sejak dini.
Menurutnya, ketertarikan terhadap paralayang dapat bermula dari kebiasaan melihat aktivitas olahraga tersebut di lingkungan sekitar.
“Awalnya pasti melihat layang-layang terus suka berlatih,” tutupnya. (and/jaz)



