Ruang Kelas 60 SD di Tulungagung Bakal Direhabilitasi

Tulungagung, Mataraman.net – Puluhan sekolah dasar (SD) di Tulungagung akan mendapat alokasi anggaran rehabilitasi bangunan kelas. Rehabilitasi itu dilakukan sebagai respon karena sudah ada dua SD di Tulungagung yang ruang kelasnya ambruk sepanjang tahun 2026.

Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya mengatakan, program rehabilitasi bangunan sekolah itu memang selalu dianggarkan setiap tahun. Sesuai APBD 2026, ada sebanyak 50 ruang kelas SD yang akan mendapat rehabilitasi.

“Tahun ini ada 50 ruang kelas yang mayoritasnya mendapat program rehab ruang kelas,” kata Dwi Teguh Prasetya, Minggu (27/9/2026).

Sedangkan pada APBD Perubahan 2026, terdapat tambahan alokasi program rehabilitasi ruang kelas SD. Sesuai data, setidakya terdapat sekitar 10 SD yang akan mendapat program rehabilitasi ruang kelasnya pada tahun 2026.

Baca Juga :  Golkar Tulungagung Konsolidasikan Sayap Pemuda, Dorong “Politik Asyik” Lewat Welcome Party AMPI–AMPG

Selain itu, untuk ruang kelas ambruk pada dua SD sebelumnya sudah mendapat perhatian dari Pemkab Tulungagung. Seperti di SDN 1 Babadan mendapat alokasi anggaran Rp1,4 miliar untuk membangun ruang kelas baru.

“Revitalisasi di SDN 1 Babadan memakai anggaran yang bersumber dari APBN. Nantinya pembangunan disana tidak hanya pada ruang kelas yang ambruk, tetapi satu deret ruang kelas akan dibangun,” ungkapnya.

Sedangkan ruang kelas SDN 3 Wonorejo akan diusulkan untuk mendapatkan revitalisasi pada APBD 2027 mendatang. Saat ini sebagian siswa melekukan aktivitas pembelajaran di tenda darurat dari BPBD Tulungagung.

“Sebenarnya yang ambruk bukan ruang kelas. Tapi rumah dinas yang difungsikan sebagai ruang kelas. Kami sudah usulkan perbaikan di tahun 2027,” pungkasnya.

Tulungagung, Mataraman.net – Puluhan sekolah dasar (SD) di Tulungagung akan mendapat alokasi anggaran rehabilitasi bangunan kelas. Rehabilitasi itu dilakukan sebagai respon karena sudah ada dua SD di Tulungagung yang ruang kelasnya ambruk sepanjang tahun 2026.

Baca Juga :  Bupati Gatut Apresiasi UNAIR Jadi Mitra Strategis Pemkab Tulungagung

Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Dwi Teguh Prasetya mengatakan, program rehabilitasi bangunan sekolah itu memang selalu dianggarkan setiap tahun. Sesuai APBD 2026, ada sebanyak 50 ruang kelas SD yang akan mendapat rehabilitasi.

“Tahun ini ada 50 ruang kelas yang mayoritasnya mendapat program rehab ruang kelas,” kata Dwi Teguh Prasetya, Minggu (27/9/2026).

Sedangkan pada APBD Perubahan 2026, terdapat tambahan alokasi program rehabilitasi ruang kelas SD. Sesuai data, setidakya terdapat sekitar 10 SD yang akan mendapat program rehabilitasi ruang kelasnya pada tahun 2026.

Selain itu, untuk ruang kelas ambruk pada dua SD sebelumnya sudah mendapat perhatian dari Pemkab Tulungagung. Seperti di SDN 1 Babadan mendapat alokasi anggaran Rp1,4 miliar untuk membangun ruang kelas baru.

Baca Juga :  Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Area Hutan Tulungagung, Diduga Ini Penyebabnya

“Revitalisasi di SDN 1 Babadan memakai anggaran yang bersumber dari APBN. Nantinya pembangunan disana tidak hanya pada ruang kelas yang ambruk, tetapi satu deret ruang kelas akan dibangun,” ungkapnya.

Sedangkan ruang kelas SDN 3 Wonorejo akan diusulkan untuk mendapatkan revitalisasi pada APBD 2027 mendatang. Saat ini sebagian siswa melekukan aktivitas pembelajaran di tenda darurat dari BPBD Tulungagung.

“Sebenarnya yang ambruk bukan ruang kelas. Tapi rumah dinas yang difungsikan sebagai ruang kelas. Kami sudah usulkan perbaikan di tahun 2027,” pungkasnya. (sal/red)

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Target PAD Wisata di Tulungagung Hanya Rp500 Juta, Ternyata Ini Penyebabnya

Tulungagung, Mataraman.net - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Tulungagung dipastikan menurun drastis. Hal ini tidak lain karena masih belum ada kepastian...