Pembiayaan 70 Miliar Jadi Kerjasama Pemkab Trenggalek-PT SMI untuk Jalan dan Pariwisata

Trenggalek, Mataraman.netPemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui penandatanganan akta pembiayaan infrastruktur. Langkah ini diambil untuk mengakselerasi pembangunan sejumlah ruas jalan serta pengembangan sektor pariwisata dan penataan kawasan perkotaan.

Prosesi penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Prasnawa di Ruang Paringgitan, Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesepakatan tersebut, total nilai pembiayaan yang dikucurkan mencapai Rp70 miliar. Dana tersebut dibagi menjadi dua fokus utama: sebesar Rp41 miliar dialokasikan untuk pembiayaan infrastruktur jalan, sementara Rp29 miliar sisanya diperuntukkan bagi sektor pariwisata dan penataan wajah kota.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa skema pembiayaan ini memiliki jangka waktu selama 42 bulan atau 3,5 tahun, yang terhitung sejak pencairan dana masuk. Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini telah melalui kajian matang dan tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta APBD tahun 2026.

“Sebenarnya proses ini sudah kita mulai dari tahun lalu. Jadi, kita tidak serta-merta langsung melakukan pembiayaan. Hal ini sudah disepakati dalam dokumen RPJMD dan APBD tahun 2026 sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan,” ujar Mochamad Nur Arifin.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Tekankan Pembangunan Inklusif melalui Musrenbang Tematik Kelompok Rentan

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin tersebut. menambahkan semula Pemkab memproyeksikan kemampuan pembiayaan hingga Rp150 miliar. Namun, setelah meninjau rasio keuangan daerah dan adanya fluktuasi transfer keuangan pusat, disepakati angka Rp70 miliar sebagai jumlah yang maksimal untuk dikelola secara akuntabel.

Kebijakan untuk membagi anggaran ke sektor pariwisata dan perkotaan, menurut Mas Ipin, bertujuan untuk menciptakan pengungkit ekonomi. Ia berpendapat bahwa infrastruktur jalan memang membuka akses, namun tidak selalu memberikan dampak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jika semuanya dijadikan jalan, maka siapa yang akan membayar cicilannya nanti? Maka dari itu, kita harus memproduksi suatu proyek yang bisa menjadi pengungkit pertumbuhan. Kami memutuskan menyentuh kawasan perkotaan dan pariwisata karena percantikan kota akan meningkatkan trafik pengunjung, yang kemudian memicu peluang bisnis baru,” tuturnya.

Beberapa titik yang menjadi sasaran antara lain Pantai Prigi, Goa Lowo, hingga kawasan Dilem Wilis. Pemkab ingin menghidupkan kembali destinasi yang mulai redup agar menjadi keranjang pendapatan baru bagi daerah, sehingga tidak hanya bergantung pada destinasi yang sudah mapan seperti Pasir Putih.

Baca Juga :  Dulu Nomaden, NU Dongko Trenggalek Bakal Miliki Gedung Bersama

Perwakilan PT SMI, Faaris Prasnawa, menyambut positif inisiatif Pemkab Trenggalek dalam mencari solusi alternatif pembiayaan pembangunan. Ia menyebutkan bahwa ini bukanlah kerja sama pertama, mengingat sebelumnya PT SMI juga mendukung pembangunan jalan dan rumah sakit di Trenggalek saat masa pandemi Covid-19.

“Kami mendukung inisiatif tersebut dengan memberikan dua pembiayaan untuk kegiatan jalan dan pariwisata. Pembiayaan ini dilakukan sesuai progres proyek demi memperkuat akuntabilitas dan tata kelola,” kata Faaris.

Faaris juga mengapresiasi cara pandang Bupati Trenggalek yang menganggap pembiayaan bukan sebagai beban, melainkan sebagai mesin percepatan pembangunan.

1a menjamin masa tenor pembiayaan ini telah disesuaikan agar tidak melampaui masa jabatan bupati.
Sebagai bukti nyata keberhasilan pembiayaan sebelumnya, Mas Ipin mencontohkan pertumbuhan pendapatan RSUD.

Sebelum dilakukan pembiayaan untuk pembangunan gedung baru, pendapatan rumah sakit hanya berkisar di angka Rp20 miliar, namun kini melonjak hingga hampir Rp140 miliar.

“Selisih keuntungan itulah yang kita gunakan untuk membiayai masyarakat miskin yang jaminan kesehatannya tidak aktif. Jadi, pembiayaan ini bisa menjadi pengubah bagi daerah di tengah keterbatasan APBD,” pungkasnya. (bahr/red)

 

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles