Tulungagung, Mataraman.net – Lahan tanaman tebu seluas 1,4 hektare di Tulungagung terbakar hingga menyebabkan kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Kejadian ini semakin konyol karena diduga dipicu akibat pembakaran kotoran manusia oleh salah seorang petani di sekitar lahan.
Kapolsek Karangrejo, Iptu Medianto mengatakan, lahan tanaman tebu yang terbakar itu berlokasi di Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung. Awalnya, salah seorang petani berinisial SL menemukan tumpukan kotoran manusia di perbatasan lahan miliknya.
“Saat itu SL langsung berinisiatif mengambil tumpukan daun tebu kering untuk membakar tinja itu,” kata Iptu Medianto, Minggu (6/9/2026).
Saat api mulai menyala dan semakin membesar, api itu justru merembet ke lahan tebu di sekitarnya. Bahkan, kobaran api dengan cepat semakin membesar akibat adanya embusan angin yang cukup kencang pada lahan tersebut.
Akibatnya, empat lahan tebu milik Pabrik Gula Mojopanggung, Pono, Sunar dan Karis ludes terbakar api bekas membakar tinja. Petugas mencatat jika empat lahan tanaman tebu yang terbakar itu memiliki luas lahan sekitar 1,4 hektare.
“Lahan yang terbakar kurang lebih luasnya sekitar 1,4 hektare termasuk lahan milik Pabrik Gula Mojopanggung,” ungkapnya.
Saat kebakaran lahan terjadi, kasus itu segera dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Petugas pemadam kebakaran juga harus menerjunkan empat unit armada pemadam kebakaran untuk menjinakkan kebakaran lahan itu.
Proses pemadaman membutuhkan waktu kurang lebih sekitar dua jam dikarenakan lahan yang terbakar cukup luas. Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp50 juta.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di lahan, jangan sampai kegiatan yang dijalankan menimbulkan dampak buruk, termasuk kebakaran,” pungkasnya. (sal/red)



