Tulungagung, Mataraman.net- Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sport Pareneging Kurdho Manyuro (SPKM) Tulungagung sukses menyelenggarakan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-93 di wilayah Campurdarat, Tulungagung, pada Minggu, 19 April 2026. Ratusan santri tumplek blek penuh khidmat mengikuti acara di GOR Gedong Sari Kecamatan Campurdarat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum penguatan tradisi silat santri sekaligus ajang silaturahmi bagi ratusan anggota. Ketua PSNU Pagar Nusa SPKM, Imam Rojikin, menjelaskan bahwa waktu pelaksanaan acara ini merupakan penyesuaian dari jadwal aslinya.

Meskipun hari jadi Pagar Nusa SPKM jatuh pada tanggal 3 Maret 2026 lalu, perayaannya baru dapat dilaksanakan saat ini karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
“Intinya Pagar Nusa SPKM ini mestinya ulang tahun pada tanggal 3 Maret 2026 kemarin. Karena pada tanggal tersebut bersamaan dengan bulan suci Ramadan, maka kita peringati hari ini dan alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” ujar Imam Rojikin saat ditemui di lokasi acara.
Kegiatan Harlah ini diisi dengan berbagai rangkaian acara yang kental dengan nuansa religius dan tradisi pencak silat. Rojikin memaparkan sebagai organisasi yang berbasis santri, kegiatan diawali dengan selawat, mauidzah hasanah (ceramah agama), tradisi sampur pendekar, hingga prosesi pembaiatan anggota baru.
Terkait identitas organisasi, Imam menegaskan bahwa SPKM memiliki keunikan tersendiri dibandingkan aliran lain di bawah naungan Pagar Nusa. Ia mengklaim SPKM merupakan satu-satunya perguruan lokal asli Tulungagung yang masih konsisten melestarikan jurus baku muatan lokal hingga saat ini.
“Ciri khas Pagar Nusa SPKM itu basisnya memang silat santri. Ini merupakan perguruan lokal satu-satunya di Bumi Tulungagung yang sampai saat ini jurus muatan lokalnya masih tetap eksis dan dilestarikan,” imbuhnya.

Perkembangan Pagar Nusa SPKM tercatat sangat pesat. Sebarannya tidak hanya mendominasi wilayah selatan Tulungagung—mulai dari Rejotangan hingga Besuki—tetapi juga telah merambah ke luar Pulau Jawa.
Imam menyebutkan kantong-kantong anggota kini telah terbentuk di Lamandau dan Tanah Laut (Kalimantan) serta wilayah Lampung. Selain kuantitas anggota, prestasi juga menjadi fokus utama. Imam menyebut SPKM merupakan barometer prestasi bagi Pagar Nusa di tingkat lebih tinggi.
“Barometer prestasi Pagar Nusa itu tetap SPKM, ada di Tulungagung selatan,” tegasnya.
Di tengah dinamika keamanan di wilayah, Imam menekankan bahwa kunci kondusivitas selama Ramadan hingga Syawal adalah fokus pada pembinaan prestasi dan akhlak, bukan mencari permusuhan. Ia berpesan kepada seluruh santri untuk selalu mengikuti garis komando organisasi dan mengedepankan akhlakul karimah.
“Silat bukan untuk mencari permusuhan. Silat adalah wahana untuk silaturahmi dan menjalin persatuan, terutama membentuk akhlak demi kemajuan negara dan memberi manfaat kepada sesama,” pesan Imam Rojikin.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Harlah, Stevanus Dana Saputra, melaporkan bahwa agenda tahunan ini dihadiri oleh sedikitnya 300 santri. Ia bersyukur acara dapat terlaksana dengan tertib dan membawa suasana persahabatan yang erat.
Venus yang juga menjabat sebagai Biro Humas PAC PSNU Pagar Nusa Campurdarat, mengungkapkan bahwa kegiatan serupa telah rutin dijalankan dalam lima tahun terakhir. Ia berharap momentum Harlah ke-93 ini menjadi pelecut semangat bagi para anggota untuk meraih prestasi di kancah olahraga.
“Harapan kami dengan adanya Harlah ke-93 ini, semoga bisa mencetak atlet-atlet Pagar Nusa SPKM yang unggul di Tulungagung,” pungkas Stevanus. (bahr/red)


