Dinkes Sebut SPPG Langgar SOP Penyebab 6 Kasus Keracunan MBG di Tulungagung

Tulungagung, Mataraman.net – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terjadi sebanyak enam kali di Tulungagung. Munculnya dugaan kasus keracunan MBG ini tidak lain karena adanya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Mamik Hidayah mengatakan, enam dapur SPPG yang terlibat belum mengantongi Sertifikat Laik Hifiene Sanitasi (SLHS). Namun mereka tetap melayani distribusi MBG, mengingat izin operasional SPPG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kebetulan enam kasus dugaan keracunan MBG itu terjadi pada dapur SPPG yang belum memiliki SLHS,” kata Mamik Hidayah, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga :  Mas Dhito-Mbak Dewi Resmi Mendaftar Pilkada Kediri

Sesuai hasil monitoring dan evaluasi (Monev), kasus dugaan keracunan MBG di Tulungagung disebabkan karena pelanggaran SOP. Artinya, operasional SPPG tudak berjalan dengan baik sesuai arahan BGN.

Sebagai contoh, SOP yang paling sederhana yakni membedakan pintu keluar masuk antara barang kotor dan bersih. Apabila jalur distribusi ini menjadi satu, tentunya akan menyebabkan kontaminasi silang pada makanan.

“Ini salah satu temuan SOP yang dilanggar pihak dapur SPPG. Jadi hanya ada satu jalur baik itu untuk distribusi makanan maupun kegiatan lain,” ungkapnya.

Selain itu, saat petugas melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) juga masih banyak yang harus dibenahi. Seperti bentuk lantai yang tidak persegi karena tidak mudah dibersihkan, termasuk peralatan dapur yang tidak food grade karena memakai kayu alih-alih stainless.

Baca Juga :  Jelang Lebaran 2026, Dishub Jatim Gelar Operasi Sadar Keselamatan di Tulungagung

Bahkan, makanan yang baru saja selesai dimasak juga tidak boleh langsung ditutup dan harus diberi jeda agar makanan dingin secara alami. Dinkes Tulungagung mengingatkan setiap dapur SPPG harus menjalankan SOP agar kejadian serupa tidak lagi terulang.

“SOP ini penting untuk dijalankan untuk meminimalisir potensi keracunan makanan,” pungkasnya. (sal/red)

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Sasar Bendera Rusak, PWI Bersama Bakesbangpol Tulungagung Bagikan 150 Bendera Merah Putih

Tulungagung, Mataraman.net - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tulungagung membagikan ratusan bendera Merah Putih pada Sabtu (8/8/2026). Sasarannya...