Tulungagung, Mataraman.net – Serapan beras di Kabupaten Tulungagung menunjukan tren positif di tahun 2026. Selama delapan bulan terakhir, realisasi serapan beras sudah mencapai 98 persen dari target yang ditetapkan.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan, serapan gabah setara beras sampai saat ini sudah mencapai 98 persen. Artinya, saat ini Bulog Tulungagung telah menyerap sebanyak 63.900 ton gabah setara beras dari para petani.
“Target serapan gabah kami di tahun 2026 sebanyak 80 ribu ton gabah atau 64 ribu ton setara beras. Saat ini sudah terserap 78.400 ton gabah atau 63.900 ton setara beras,” kata Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (28/8/2026).
Pada waktu dekat ini, Bulog Tulungagung menargetkan mampu segera menuntaskan serapan beras 100 persen. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, tentu capaian serapan pada tahun ini mengalami peningkatan.
Peningkatan itu tidak hanya dari segi waktu penyerapan, melainkan juga dari sisi kuantitas beras yang berhasil diserap. Diketahui, serapan beras pada tahun 2025 baru mencapai 100 persen atau tuntas pada bulan Semptember.
“Pada tahun 2026, serapan beras ditargetkan tuntas sampai dengan akhir Agustus 2026,” ungkapnya.
Secara kuantitas, pada tahun 2025 kemarin serapan beras hanya mencapai sebanyak 42 ribu ton saja. Sedangkan pada tahun 2026, ditargetkan serapan beras Cabang Perum Bulog Tulungagung mencapai 64 ribu ton.
Selain itu, stok ketahanan pangan di Tulungagung juga masih surplus, dimana stok beras akan dipakai untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bahkan, kemungkinan stok beras masih mampu bertahan untuk 12 bulan ke depan jika tidak ada sawah yang panen.
“Kemungkinan realisasi serapan beras tahun ini bisa melebihi target yakni 110 persen,” pungkasnya. (sal/red)



