Tulungagung, Mataraman.net – Adanya perubahan desil yang baru-baru ini dilakukan pemerintah pusat membuat sejumlah penyandang disabilitas di Tulungagung tidak dapat menerima bantuan sosial (Bansos). Padahal, penyandang disabilitas merupakan salah satu sasaran prioritas penerima bansos.
Ketua Persatuan Cacat Tubuh (Percatu) Tulungagung, Didik Prayitno Kumalnadi mengatakan, dia mendapati banyak penyandang disabilitas yang keluar dari penerima bansos. Padahal mereka sebelumnya masih rutin mendapat bansos dari pemerintah.
“Mereka awalnya mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Namun sekarang sudah tidak mendapat bansos itu,” kata Didik Prayitno Kumalnadi, Jumat (28/8/2026).
Secara rinci, terdapat sebanyak 50 penyandang disabilitas yang tergabung ke dalam Percatu Tulungagung. 20 orang diantaranya yang semula mendapat bansos kini sudah tidak lagi mendapat bansos dari pemerintah itu.
Bahkan, jumlah itu belum termasuk penyandang disabilitas lain yang tidak tergabung ke dalam Percatu Tulungagung. Kondisi ini mulai terjadi sejak adanya perubahan desil yang mulai dilakukan pemerintah sejak awal tahun 2026.
“Sementara yang kami data ada 20 disabilitas yang tidak dapat bansos lagi. Setelah dicek, ternyata mereka masuk desil 5-10,” ungkapnya.
Didik tidak mengetahui penyebab terjadinya perubahan desil itu, padahal penyandang disabilitas perlu bansos untuk menyambung hidup. Mengingat, penyandang disabilitas menjadi sasaran prioritas untuk mendapat bansos.
Para penyandang disabilitas ini sudah berupaya mendatangi Dinsos Tulungagung maupun kantor desa untuk mengajukan perubahan desil. Namun sampai saat ini, tidak terjadi perubahan desil bagi penyandang disabilitas.
“Selama ini tidak ada petugas yang datang ke kami, kok tahu-tahu desilnya tinggi. Informasi dari Dinsos, penentuan desil dari Kemensos langsung. Kami juga sudah mengurus ke kantor desa, hasilnya nihil,” pungkasnya. (sal/red)



