Buaya Muara Sering Muncul di Perairan, Petugas Gabungan Kesulitan Lakukan Evakuasi

Tulungagung, Mataraman.net – Petugas gabungan terus mengawasi secara ketat kemunculan seekor buaya di kawasan pesisir Pantai Selatan Tulungagung. Proses evakuasi terhadap buaya itu terkendala status buaya yang dilindungi, sehingga proses evakuasi tidak bisa asal-asalan.

Koordinator Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tulungagung, Samsul Rijal mengatakan, tim gabungan dari PSDKP, TNI AL dan Polairud rutin melakukan koordinasi. Itu dilakukan untuk memantau situasi perairan pesisir selatan Tulungagung atas kemunculan buaya itu.

“Petugas rutin melakukan pemeriksaan ke lokasi. Buaya itu sempat muncul dan hilang serta berpindah-pindah tempat,” kata Samsul Rijal, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga :  Tebing Longsor Timpa 3 Ruang Kelas SDN 2 Kradinan Tulungagung

Petugas gabungan mengalami kendala untuk melakukan evakuasi terhadap buaya tersebut di wilayah laut. Pasalnya, status buaya yang dilindungi membuat proses evakuasi harus dilakukan dalam kondisi hidup tanpa penembakan.

Dikarenakan buaya ini lebih sering berada di perairan, petugas cukup kesulitan untuk menangkap karena sifatnya yang agresif serta handal dalam berenang dan menyelam. Proses evakuasi justru lebih memungkinkan jika dilakukan saat buaya sedang berada di daratan.

“Penanganan di laut memerlukan keterlibatan serta pengalaman khusus, termasuk sinergi bersama nelayan lokal. Tetapi melihat karakter buaya yang agresif serta handal berenang dan menyelam, tetap saja sulit untuk evakuasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Segera Tangkap Buaya di Pesisir Selatan Tulungagung, Jaring Pengaman Mulai Dipasang

Saat ini, PSDKP Tulungagung belum bisa memastikan jenis maupun asal-usul secara spesifik buaya tersebut. Mengingat petugas belum melakukan identifikasi langsung dan hanya melakukan pemantauan dari daratan.

Namun, terdapat dua kemungkinan yakni buaya itu merupakan Buaya Muara Lokal yang habitat aslinya di sekitar muara Sungai Niyama. Namun bisa jadi, buaya itu merupakan satwa peliharaan yang lepas karena baru-baru ini ada kasus buaya lepas di wilayah pesisir Malang.

“Kami belum bisa melakukan identifikasi secara langsung karena buaya ini lebih sering di perairan dari pada di daratan, sehingga kami hanya bisa melakukan pemantauan saja,” pungkasnya. (sal/red)

Baca Juga :  Tak Datang ke Kantor, Wakil Kepala Stasiun Tulungagung Meninggal di Kamar Kos

 

 

Berita Terkait

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Trotoar dan Saluran Air di Tulungagung Disidak, Target Selesai Akhir Tahun 2026

Tulungagung, Mataraman.net - Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin melakukan sidak proyek pembangunan infrastruktur di Jalan Teuku Umar masuk Kelurahan Kutoanyar, pada Rabu (14/10/2026). Proyek...