Baznas Kabupaten Kediri Himpun ZIS Capai 7,6 Miliar, Melampaui Target

Kediri, Mataraman.netBupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi perolehan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri. Selain melampaui jauh dari target, juga karena keterbukaan pengelolaan yang transparan cukup memuaskan.

Mas Dhito, sapaan akrabnya menerangkan keterbukaan membuat kepercayaan para muzaki gyba menyalurkan ZIS melalui Baznas. Terbukti pengumpulan ZIS tahun 2025 mencapai Rp7,6 miliar atau melampaui 66 persen dari target yang ditentukan oleh Baznas Jatim dengan Rp 4,6 miliar.

“Ini sangat luar biasa kenaikkannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” beber Mas Dhito dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

Dikatakannya, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Hal ini menunjukkan hal yang positif. Ia mencontohkan pada 2024 dari target pengumpulan ZIS Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu mengumpulkan Rp 7,4 miliar.

Baca Juga :  Korban Longsor Trenggalek Akan Dibangunkan Hunian Tetap

Bupati yang hobi vespa ini pun optimis, bukan hanya keterbukaan laporan, ketika semua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tiap OPD tertib melakukan penyetoran, target capaian pengumpulan ZIS akan terus meningkat dan lebih banyak masyarakat yang membutuhkan menerima manfaat.

Sementara, Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM. Iffatul Lathoif dalam laporannya menerangkan ZIS yang dikelola didistribusikan untuk berbagai kegiatan. Yakni, pemberian paket sembako dan biaya hidup dhuafa, pemberian makanan bergizi, kemudian pemberian beasiswa bagi santri dan siswa.

“Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 insyaalloh selanjutnya kita tingkatkan 100,” jelas Gus Thoif.

Baca Juga :  Mas Dhito Minta Museum Kediri Runtut Sajikan Sejarah Agar Siswa Zaman Sekarang Tertarik

Distribusi juga untuk beberapa kegiatan lain diantaranya pemberian biaya hidup fakir dan lansia secara rutin, bantuan marbot, pemberian santunan yatim piatu, bedah rumah/RTLH, bantuan mualaf, sarpras pendidikan, masjid/musala, pemberian biaya transport berobat rutin, termasuk pemberian bantuan alat bantu jalan.

Disebutkan Gus Thoif, pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah dilakukan audit dari auditor Kementerian Agama. Pihaknya bersyukur hasil audit menunjukkan hasil yang baik.

” Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulilah kemarin secara umum baik,” tandasnya. (bahr/red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button