Tulungagung, Mataraman.net – Business Assistant (BA) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Ahmad Abu Nizar, menegaskan pentingnya pendampingan profesional dalam mendorong koperasi desa menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam wawancara langsung terkait peran dan tantangan BA dalam mendampingi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.
Menurut Nizar, langkah awal yang dilakukan dalam pendampingan adalah memetakan potensi unggulan di masing-masing desa. Potensi tersebut kemudian diarahkan menjadi peluang bisnis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Pertama kami menanyakan kepada pengurus KDMP tentang potensi desa yang bisa dijadikan peluang bisnis. Setelah itu kami melakukan pendampingan dalam proses pembuatan proposal bisnis dan menyusun strategi usaha yang nantinya bisa diajukan ke pembiayaan LPDB maupun lembaga lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap desa memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda-beda. Karena itu, strategi pengembangan koperasi tidak bisa disamaratakan antara satu wilayah dengan wilayah lain.
Namun di tengah proses pendampingan, BA KDMP juga menghadapi tantangan teknis di lapangan. Salah satunya adalah penyesuaian jadwal dengan para pengurus koperasi yang sebagian besar memiliki kesibukan masing-masing.
“Pengurus sama-sama sibuk, sehingga kami harus menyesuaikan jadwal pendampingan antara satu desa dengan desa lainnya. Sementara satu BA memiliki tanggung jawab mendampingi 10 desa atau kelurahan,” jelasnya.
Meski demikian, keberadaan BA dinilai sangat penting dalam menjaga keberlangsungan program koperasi desa. Nizar mengungkapkan, ketika pendampingan sempat vakum selama dua bulan pada Januari hingga Februari lalu, aktivitas pengurus koperasi ikut mengalami stagnasi.
“Sejauh ini peran BA sangat dibutuhkan oleh pengurus. Saat BA vakum dua bulan kemarin, pengurus juga tidak melakukan pergerakan apa pun,” katanya.
Ia menambahkan, tujuan utama pendampingan bukan hanya membentuk administrasi koperasi, tetapi juga mendorong koperasi menjadi motor penggerak ekonomi desa berbasis potensi lokal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan koperasi desa mampu berkembang secara mandiri dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (sna/red)



