Trenggalek Jajaki Kerjasama dengan UB, Pembangunan Berbasis Alam-Sejarah-Pendidikan

Trenggalek, Mataraman.net – Kabupaten Trenggalek mendapatkan kunjungan istimewa dari Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo bersama tim. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang menemani langsung selama kunjungan di perkebunan dan Pabrik Kopi Van Dilem di Kecamatan Bendungan.
Keduanya membincangkan potensi yang dimiliki Kabupaten Trenggalek. Sampailah pada mengerucut ke beberapa yang akan ditindaklanjuti serius dengan kerjasama antara UB dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Kita kerucutkan yang jelas tadi, satu UB dan Trenggalek fokus pada pembangunan yang berbasis alam. Lalu, kerjasama pembangunan yang berbasis sejarah dan tentu pendidikan,” ujar Mochamad Nur Arifin, diterima pewarta, Kamis (9/10/2025).
Mass Ipin, sapaan akrabnya, menerangkan dulu pernah kerjasama dengan UB di sektor Atsiri. Rektor UB lebih jauh juga melihat secara keseluruhan dalam spektrum makro aglomerasi Tunggal Rogo Mandiri atau selingkar Wilis dimana letak potensi Trenggalek.
Menurut Mas Ipin, Prof Widodo bertanya kenapa dulu orang Belanda membikin pabriknya di sini, bukan di tempat lain. Sehingga ada salah satu faktor yang menurutnya tentu atas pertimbangan strategis dan mahal.
“Makanya kalau tadi saya bicara, tadi sudah banyak ide-ide liar yang kita cetuskan tadi. Saya tidak bisa ngomong sekarang,” akuinya.
Bupati yang hobi trail dan sepakbola ini mengaku selain kerjasama pembangunan berkelanjutan juga ada pengabdian masyarakat. Sehingga kehadiran pendidikan bisa diwujudkan dalam bentuk apapun, alhasil bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat.
“Jadi connecting the dotsnya juga kita pikir. Oh rekan swastanya, pivat sektor siapa. Oh rekan jika ada kampus luar negerinya siapa. Apabila ada pemerintah yang bisa menjadi Sister City atau NGO nya siapa,” imbuhnya.
Mas Ipin juga membahas fakultas apa yang cocok di Bumi Menak Sopal ini. Dikatakannya tadi, Rektor UB sudah mulai memikirkan dan tadi juga mengajak Pak Wakil Rektor untuk membahasnya lebih lanjut.
“Kelihatannya beliau juga ingin menseriusi. Semoga berjodohlah dengan Universitas Brawijaya,” tandasnya.
Sebelumnya Universitas Brawijaya dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek sudah menjalin kerjasama terkait dengan Minyak Atsiri. Sedangkan kali ini selain meninjau perkembangan kerjasama yang telah dilakukan itu, Rektor Universitas Brawijaya mencoba melihat.
Senada, Prof Widodo menyampaikan pertama mengunjungi Bupati Trenggalek karena sebelumnya sudah menjalin kerjasama antara Universitas Brawijaya (UB) Malang dengan Kabupaten Trenggalek terikat dengan baik.
Kedua, Prof Widodo mengaku mengunjungi Pabrik Kopi Van Dilem ini luar biasa. Pasalnya, ia melihat perkebunan Kopi yang ada di sini sampai pengolahannya dilakukan sejak zaman Belanda. Dengan menggunakan konsep sustainablelity sehingga lingkungan tidak rusak, tapi ada produktivity.
“Yang ini bagian penting saya kira untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. Pendidikan kita harus menyentuh pada aspek keberlanjutan. Bahwa semua tekhnologi pengembangan ekonomi, itu tidak boleh merusak lingkungan,” pesan Prof Widodo.
Dikatakannya dalam pembangunan harus sustainable karena diamanahi lingkungan ini itu untuk generasi yang akan datang. Sehingga akademik mencoba untuk berinisiasi juga, keterlibatan Universitas Brawijaya yang juga bisa ikut aktif mengembangkan konsep-konsep sustainablelity development yang ada di area Trenggalek, khususnya di Van Dilem.
Ditanya potensi kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Rektor Universitas Brawijaya ini mengatakan, sudah meninjau lokasinya tadi untuk kerjasama Tri Darma perguruan tinggi.
“Pendidikan, penelitian dan konservasi itu menjadi bagian penting. Insyaallah itu akan kita tindak lanjuti detail di perjanjian kinerja,” paparnya. (bahr/red)



