Sukseskan Program PKG, Puskesmas Bandung Jemput Bola ke Posbindu-Posyandu Lansia

Tulungagung, Mataraman.net  Puskesmas Bandung Tulungagung tak hanya merealisasikan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Puskesmas, melainkan juga jemput bola. Pihaknya menyasar di desa-desa bersamaan jadwal Pos Binaan Terpadu (Posbindu) serta Posyandu lansia.

Jadwal kali ini berada di Kantor Desa Talun Kulon. Ada puluhan lansia yang mengikuti pemeriksaan dari Puskesmas Bandung untuk mendeteksi awal keluhan yang dialami.

Plt Puskesmas Bandung, dr Delia Intan Iswari melalui Kepala TU dan juga Ahli Gizi Puskesmas Bandung, Imbang Catur Kurniawan menerangkan, hari ini ada kegiatan Posyandu lansia serta posbindu. Dari sini Puskesmas Bandung masukkan kegiatan PKG pada kelompok sasaran lansia maupun usia dibawah 59 tahun termasuk posbindu.

“Untuk pemeriksaan kesehatan gratis itu meliputi pemeriksaan umum misalnya indra, gigi ada pemeriksaan gula darah, tekanan darah, berat badan kemudian tinggi badan. Serta beberapa skrining misalnya kejiwaan dan lain-lain,” ujar Imbang Catur Kurniawan, Kamis (17/7/2025).

Sukseskan Program PKG, Puskesmas Bandung Jemput Bola ke Posbindu-Posyandu Lansia
Kepala TU dan juga Ahli Gizi Puskesmas Bandung, Imbang Catur Kurniawan. (foto:and)

Imbang memaparkan program nasional ini di Puskesmas Bandung running mulai bulan Juni. Kemudian untuk yang kegiatan ini rutin ke desa-desa dilakukan sebulan sekali di semua desa di wilayah Kecamatan Bandung.

Baca Juga :  Trenggalek Jalin Kerjasama dengan UINSA Surabaya Soal Nol Emisi Karbon

Ia mengaku bersyukur karena antusiasme masyarakat sampai saat ini sangat bagus. Karena target sampai di bulan Juni ini sudah mencapai 1.387.  Sasaran yang sudah ikut program pemeriksaan kesehatan gratis di bulan Juli 2025 pihaknya berharap bisa 2 ribu lebih.

“Insyaallah kita mengharapkan nanti sampai akhir bulan bisa mencapai 2200 an sasaran,” ujarnya.

Dikatakannya, yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat adalah pemeriksaan umum itu meliputi tekanan darah. Selain itu, lansia juga banyak mengeluhkan pegal-pegal di beberapa tubuh.

“Keluhan seperti misalnya keju capek pegal pegal atau sakit di persendian juga banyak dikeluhkan masyarakat,” imbuhnya.

Perihal persyaratan untuk PKG, Imbang menerangkan syarat umum adalah yang pertama memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian kalau belum ada bisa menggunakan kartu keluarga (KK).

Lalu, mengunduh aplikasi satu sehat itu nanti kita untuk pelaporan di Kementerian Kesehatan. Ia memastikan yang bisa terlayani tidak hanya yang memilki KIS.

Baca Juga :  Warga Tulungagung Senang Dapat Pemeriksaan Kesehatan dari LKNU

Puskesmas Bandung menaruh harapan yang pertama masyarakat lebih peduli untuk menjaga pola hidup sehat. Supaya menekan terjadinya penyakit-penyakit yang digeneratif yang bisa dicegah sejak awal.

“Digeneratif kemudian dengan mengikuti program PKG ini faktor risiko bisa kita temukan lebih awal. Lantas bisa kita cegah untuk keparahannya,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu warga Talun Kulon Supiyah mengaku keluhan yang dialami adalah pegal-pegal di persendian. Termasuk juga bola mata yang sedikit tak terlihat.

“Keluhan sakit pegal linu, kemudian mata sedikit berkurang. Dapat informasi dari perangkat, biasnya periksa di lansia,” akui Supiah.

Nenek 69 tahun ini merasa senang lantaran selain pemeriksaan lengkap, dan tidak menunggu lama. Termasuk juga diberikan obat secara gratis sehingga membuat masyarakat terbantukan.

“Tadi dikasih obat keju linu,” tutupnya. (bahr/red)

 

 

 

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button