Tulungagung, Mataraman.net – Pengajian Akbar Milad ke-114 Muhammadiyah yang digelar PCM Besuki di SD Muhammadiyah Besuki pada Jumat (6/11/2026) malam berlangsung meriah. Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Abdul Mu’ti, serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin.
Pada kegiatan itu, acara tidak hanya digelar dengan pengajian akbar, melainkan juga diisi dengan pemberian beasiswa kepada 12 siswa berprestasi dan kurang mampu. Selain itu, terdapat delapan masjid dan dua pondok pesantren di tiga kecamatan yang turut diresmikan.

Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti mengatakan, seluruh jamaah harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Mengingat akhir-akhir ini banyak informasi di media sosial oleh pihak-pihak tertentu untuk memicu perpecahan antara rakyat dengan pemerintah.
“Kunci kesuksesan sebuah bangsa yang besar adalah kebersamaan dan komitmen untuk senantiasa mengajak kepada kebaikan (amar ma’ruf),” kata Prof. Abdul Mu’ti saat memberikan sambutan.
Mendikdasmen juga menyampaikan, pemerintah tengah mempersiapkan aturan untuk kesejahteraan guru dan pegawai non ASN. Hal ini dilakukan melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi penuh waktu.
Kebijakan ini nantinya akan diterapkan kepada guru serta tenaga kependidikan lainnya yang rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai Januari 2027. Pemerintah juga akan memberikan kelonggaran yang memungkinkan tenaga non ASN bisa mengikuti tes CPNS meski berusia lebih dari 35 tahun.
“Skemanya nanti, pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu dilakukan tanpa tes,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dia menyebut Milad ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi yang telah banyak berjasa bagi bangsa.
Setelah mendampingi Mendikdasmen meresmikan delapan masjid dan dua pondok pesantren pada tiga kecamatan, Baharudin berharap agar sarana itu bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Tidak hanya untuk sarana ibadah saja, melainkan juga untuk penyebaran ilmu, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami juga mendorong agar momentum Milad ini menjadi pemacu bagi masyarakat Tulungagung untuk terus membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia,” kata Ahmad Baharudin. (sal/red)



